UTAMA

Program MBG Dongkrak Serapan Produk Pertanian Lokal

1
×

Program MBG Dongkrak Serapan Produk Pertanian Lokal

Sebarkan artikel ini
Seorang petani di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam tengah membersihkan lahan miliknya, Rabu (8/1). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tengah berjalan diyakini akan ikut mendrongkrak serapan pangan lokal di Sumbar. REZKY ARYENDI

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mampu meningkatkan serapan produk pertanian lokal serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Oleh karena itu, dukungan penuh diberikan agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini sukses di Sumbar.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Sumbar, Ferdinal Asmin menyatakan, Sumbar sangat siap menyambut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengutamakan penggunaan produk pertanian lokal untuk Program MBG.

Baca Juga  Walikota Hendri Septa Lounching: www.apeksi.padang.go.id Website Khusus Rakernas Apeksi XV 2022

“Apalagi saat ini angka produksi produk pertanian Sumbar, seperti beras, sayur-sayuran, dan buah-buahan sudah memenuhi kebutuhan konsumsi lokal,” ujarnya kepada Haluan, Kamis (9/1).

Ferdinal menjelaskan, angka produksi gabah Sumbar pada 2024 lalu tercatat mencapai  angka 1,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Jika dikonversi menjadi beras, jumlah produksi beras Sumbar mencapai angka sekitar 800 ribu ton per tahun.

“Sedangkan kebutuhan konsumsi beras kita itu hanya sekitar 500 ribu ton. Artinya ada surplus sekitar 300 ribu ton, belum lagi sayur-sayuran. Sumbar bahkan menjadi daerah  penyuplai utama ke provinsi tetangga,” katanya.

Baca Juga  DPRD Solsel Komit Perjuangkan Nasib Ratusan Honorer Guru dan Tendik ke Kemenpan RB dan BKN RI

Jumlah produksi komoditas sayur-sayuran Sumbar juga menunjukkan angka yang cukup tinggi dan telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal. Produksi cabai Sumbar pertahun, diperkirakan mencapai angka 1,3 juta kuintal.