WEBTORIAL

Menteri Ketenagakerjaan Narasumber Studium Generale di UNAND

2
×

Menteri Ketenagakerjaan Narasumber Studium Generale di UNAND

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Yassierli saat menjadi narasumber Stadium Generale yang digelar oleh Universitas Andalas (UNAND). IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Universitas Andalas (UNAND) menggelar Studium Generale dengan narasumber Menteri Ketenagakerjaan Indonesia dengan tema “Artificial Intelligence Softskills Mendukung Masa Depan Karir Lulusan di Pasar Kerja” yang berlangsung di Convention Hall pada Jumat (10/1). Artificial Intelligence (AI) merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kerja manusia.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi Ph. D menyampaikan, AI sudah menjadi mata kuliah wajib di beberapa kampus. “Universitas Andalas perlu secara strategi belajar bagaimana mengaplikasikan AI dalam kurikulum,” tuturnya.

Baca Juga  Satu Tahun Naik Status, UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi Raih Peringkat 11 Nasional

Rektor menambahkan Studium Generale ini menjadi bagian kegiatan yang terintegrasi dengan kurikulum pendidikan. “Untuk itu Universitas Andalas mengundang tokoh-tokoh berpengaruh untuk membawa mahasiswa berpikir kreatif,” ujarnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah berharap agar kegiatan ini dapat memberikan ide dan solusi atas persoalan ketenagakerjaan di tengah masyarakat “Masalah ketenagakerjaan masih menjadi perhatian penting bagi pemerintah di berbagai tingkatan. Diharapkan lulusan universitas mampu menjawab kebutuhan industri dan mengurangi angka pengangguran,” ujar Gubernur.

Prof. Yassierli, Ph.D menyampaikan, jumlah pengangguran dapat terus bertambah apabila generasi muda tidak mempersiapkan diri untuk berkarir. Ia juga menyampaikan bahwa ada berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini dalam bersaing di dunia kerja.

Baca Juga  Berpredikat Sangat Bagus Selama 5 Tahun, Bank Nagari Sabet "Golden Trophy" Infobank Awards ke-27

“Peningkatan rata-rata angkatan kerja tiap tahunnya, komposisi kerja, serta realitas yang terjadi di masyarakat mengenai status kompetensi dan pendidikan. Selain itu ia juga menyebutkan bahwa produktivitas pekerja di Indonesia masih di bawah rata-rata ASEAN,” ujarnya.