PADANG, HARIANHALUAN.ID — Direktur Operasional Grand Malindo Hotel di Bukittinggi, Lili Winarsih mengakui harga tiket pesawat ke dalam negeri atau domestik lebih tinggi dibandingkan dengan harga tiket pesawat di luar negeri. Akibatnya, pelancong lokal lebih sedikit berkunjung ke Sumbar justru yang banyak dari mancanegara, khususnya dari Malaysia.
Lili yang didampingi Sales Marketing, Mosjoni menjelaskan, saat ini harga tiket pesawat dari Malaysia ke Sumbar lebih stabil, berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu.
Harga ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga tiket pesawat domestik Jakarta-Padang yang rata-rata di atas satu jutaan rupiah. “Saat ini, tingkat hunian wisatawan mancanegara di hotel kami justru lebih besar, bahkan hingga mencapai 70 persen. Karena tiket domestik mahal, jadi wisatawan nusantara sedikit,” tuturnya.
Pada saat Nataru lalu, sempat lebih banyak wisatawan lokal jika dibandingkan dengan wisatawan mancanegara karena ada penurunan harga tiket domestik. Ia menyambut baik penurunan tiket pesawat ini. Dengan harapan akan lebih banyak wisatawan lokal yang berdatangan di Sumbar, khususnya Bukittinggi. “Namun, jika tiket pesawat masih tinggi, maka akan banyak wisatawan pergi ke luar negeri seperti ke Malaysia dan Singapura,” katanya. (*)





