LIFESTYLE

Berteman dengan Oportunis? Ini Cara agar Tidak Terluka

2
×

Berteman dengan Oportunis? Ini Cara agar Tidak Terluka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (ist).

HARIANHALUAN.ID – Berteman adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan. Teman bisa menjadi sumber dukungan, kebahagiaan, dan inspirasi. Namun, tidak semua pertemanan berjalan mulus. Ada kalanya kita bertemu dengan orang yang oportunis, individu yang memanfaatkan situasi atau orang lain untuk keuntungan pribadi tanpa memedulikan dampaknya pada orang lain. Berteman dengan orang yang oportunis bisa menjadi tantangan tersendiri. Berikut cara mengenali, menghadapi, dan menjaga diri saat berteman dengan orang yang oportunis.

Ciri-Ciri Orang yang Oportunis

Sebelum memutuskan bagaimana menghadapi orang yang oportunis, penting untuk mengenali ciri-cirinya. Beberapa tanda yang sering ditunjukkan oleh orang oportunis antara lain:

  1. Hanya Datang Saat Membutuhkan
    Orang oportunis seringkali hanya menghubungi atau mendekati Anda ketika mereka membutuhkan bantuan, uang, atau dukungan. Setelah kebutuhan mereka terpenuhi, mereka mungkin menghilang atau bersikap dingin.
  2. Memanipulasi Situasi untuk Keuntungan Pribadi
    Mereka pandai memanipulasi situasi atau orang lain agar bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, bahkan jika itu merugikan orang lain.
  3. Tidak Peduli dengan Perasaan Orang Lain
    Orang oportunis cenderung egois dan kurang empati. Mereka lebih fokus pada keuntungan pribadi daripada perasaan atau kebutuhan orang lain.
  4. Sering Berjanji tapi Jarang Menepati
    Mereka mungkin sering membuat janji-janji manis, tetapi jarang menepatinya, terutama jika tidak ada keuntungan langsung bagi mereka.
  5. Mencari Kesempatan dalam Setiap Situasi
    Orang oportunis selalu mencari celah untuk mengambil keuntungan, bahkan dalam situasi yang sulit atau tidak pantas.
Baca Juga  Ciptakan Dampak dan Dukung Transformasi Digital Indonesia, Telkomsel Gelar Program Inkubasi Startup NextDev ke-10

Dampak Berteman dengan Orang yang Oportunis

Berteman dengan orang yang oportunis bisa memberikan dampak negatif pada kehidupan Anda, seperti:

  1. Merasa Dimanfaatkan
    Anda mungkin merasa dieksploitasi atau tidak dihargai karena hubungan yang tidak seimbang.
  2. Stres dan Kecemasan
    Perilaku manipulatif dan egois mereka dapat menimbulkan stres dan kecemasan dalam hidup Anda.
  3. Hilangnya Kepercayaan Diri
    Terus-menerus dimanfaatkan bisa membuat Anda merasa tidak berharga atau kehilangan kepercayaan diri.
  4. Rusaknya Hubungan Lain
    Orang oportunis mungkin mencoba memengaruhi atau merusak hubungan Anda dengan orang lain untuk kepentingan mereka sendiri.

Cara Menghadapi Orang yang Oportunis

Jika Anda menyadari bahwa Anda berteman dengan orang yang oportunis, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda ambil:

  1. Kenali Batasan Diri
    Tetapkan batasan yang jelas dalam hubungan Anda. Jangan ragu untuk mengatakan “tidak” jika Anda merasa dimanfaatkan atau tidak nyaman.
  2. Jangan Terlalu Mudah Memberi
    Orang oportunis seringkali memanfaatkan kebaikan hati Anda. Berikan bantuan atau dukungan hanya jika Anda benar-benar mampu dan ingin melakukannya, bukan karena tekanan.
  3. Evaluasi Hubungan
    Pertimbangkan apakah hubungan ini masih layak dipertahankan. Jika hubungan tersebut lebih banyak merugikan daripada menguntungkan, mungkin saatnya untuk menjauh.
  4. Bicarakan secara Terbuka
    Jika Anda merasa nyaman, cobalah berbicara secara jujur tentang perilaku mereka. Sampaikan bagaimana tindakan mereka memengaruhi Anda dan hubungan Anda.
  5. Jaga Jarak
    Jika orang tersebut terus menunjukkan perilaku oportunis meskipun sudah diingatkan, pertimbangkan untuk menjaga jarak atau mengurangi intensitas pertemanan.
Baca Juga  Ketika Istri Bupati Eka Putra Berlenggok di Atas Catwalk, Juara 1 Fashion Show Diboyong ke Tanah Datar

Cara Menjaga Diri agar Tidak Terluka

  1. Fokus pada Diri Sendiri
    Jangan biarkan perilaku orang oportunis menguras energi dan emosi Anda. Fokuslah pada kebahagiaan dan kesejahteraan diri sendiri.
  2. Bangun Pertemanan yang Sehat
    Carilah teman-teman yang tulus, peduli, dan saling mendukung. Pertemanan yang sehat akan membantu Anda merasa lebih dihargai dan bahagia.
  3. Belajar dari Pengalaman
    Gunakan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk lebih selektif dalam memilih teman di masa depan.
  4. Tingkatkan Kepercayaan Diri
    Jangan biarkan perilaku orang oportunis membuat Anda merasa rendah diri. Ingatlah bahwa Anda berharga dan pantas mendapatkan pertemanan yang tulus.

Kapan Harus Mengakhiri Pertemanan?

Tidak semua pertemanan layak dipertahankan, terutama jika hubungan tersebut lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Pertimbangkan untuk mengakhiri pertemanan jika:

  • Anda terus-menerus merasa dimanfaatkan.
  • Orang tersebut tidak menghargai batasan Anda.
  • Hubungan tersebut menyebabkan stres atau kecemasan yang berlebihan.
  • Mereka tidak menunjukkan perubahan meskipun sudah diingatkan.

Berteman dengan orang yang oportunis bisa menjadi pengalaman yang menantang, tetapi dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, Anda bisa melindungi diri sendiri dan menjaga keseimbangan emosional. Ingatlah bahwa Anda berhak untuk dikelilingi oleh orang-orang yang tulus dan peduli. Jangan ragu untuk mengevaluasi hubungan Anda dan mengambil langkah yang diperlukan untuk kebaikan diri sendiri. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan bersama orang yang hanya memanfaatkan kebaikan hati Anda. Pilihlah pertemanan yang membawa kebahagiaan, kedamaian, dan dukungan positif dalam hidup Anda.(*)