NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 25 Maret 2025

1
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 25 Maret 2025

Sebarkan artikel ini
Banjir yang terjadi sejak Sabtu (22/3) yang lalu di Kabupaten Lembata dilaporkan telah surut pada Senin (24/3) dan menyisakan material berupa batuan dan lumpur. Foto: BPBD Kabupaten Lembata

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membarui data kejadian bencana pada Selasa (25/3). Beberapa hari jelang hari raya Idul Fitri, sejumlah wilayah di tanah air masih dilanda bencana.

Lokasi pertama ialah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Banjir menggenangi 20 unit rumah milik 20 kepala keluarga yang berada di Desa Lintidu, Kecamatan Paleleh sejak Senin (24/3) sore hari waktu setempat. Banjir setinggi 50 centimeter terjadi pascahujan deras mengguyur dan meluapnya debit air sungai ini, sebabkan satu unit jembatan trans Sulawesi alami kerusakan.

Baca Juga  BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Sinergi Perangi Karhutla di Bumi Sriwijaya

Kejadian ini tidak berlangsung lama, karena kurang dari enam jam banjir sudah surut dan warga telah bahu membahu lakukan pembersihan material lumpur. Sementara itu BPBD Kabupaten Buol terus lakukan koordinasi dan pemantauan serta mengimbau warga agar tetap bersiaga dikarenakan hujan masih terjadi di wilayah tersebut.

Peristiwa berikutnya masih berada di Provinsi Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Morowali Utara. Banjir terjadi akibat Sungai Laa tidak sanggup menampung hujan deras yang melanda wilayah tersebut, sehingga meluap ke permukiman warga pada Senin (24/3).

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 15 Oktober 2025

Wilayah terdampak antara lain Desa Bunta Kecamatan Petasia Timur, Desa Sampalowo dan Desa Moleono Kecamatan Petasia Barat. Sebanyak 210 kepala keluarga warga di tiga desa tersebut dilaporkan mengalami dampak dari banjir, sementara itu tiga kepala keluarga memilih mengungsi ke tempat lebih aman yaitu Balai Desa Bunta.

BPBD Kabupaten Morowali Utara hingga kini masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi kejadian, kondisi terkini ketinggian air mencapai 100 centimeter.