JAKARTA, HARIANHALUAN.ID— Pemerintah meyakini penghapusan sistem kuota impor akan berdampak positif terhadap masyarakat, khususnya dalam hal harga kebutuhan pokok. Dengan sistem yang lebih terbuka, harga komoditas seperti daging berpotensi turun karena tidak lagi dikendalikan oleh pihak tertentu.
“Kalau harga beli impornya murah, maka harga jualnya akan lebih murah. Yang menikmati siapa? Rakyat Indonesia,” ujar Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Ia menambahkan, sistem kuota selama ini menyebabkan kendala distribusi dan menimbulkan ketimpangan akses bagi pelaku usaha.
Pemerintah akan mengatur ulang mekanisme impor agar industri dapat langsung mengimpor sesuai kebutuhan tanpa melalui kuota.
“Misalnya butuh daging beku, ya sudah industri saja yang impor. Tidak usah ada pihak tertentu yang dikasih hak khusus. Itu tidak adil,” katanya.
Sudaryono menyebut bahwa pelaksanaan kebijakan ini tetap akan mengacu pada neraca komoditas nasional agar volume impor tetap terkendali.
“Volume yang ditetapkan pemerintah bisa diimpor siapa saja. Tidak lagi hanya satu kelompok,” tegasnya. (*)





