PASBAR, HARIANHALUAN.ID- Panen raya di persawahan Sialang, Nagari Bunuik, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, jadi bukti nyata kalau swasembada pangan bukan cuma rencana, tapi sudah mulai terasa hasilnya, Kamis (10/4).
Petani dari Kelompok Tani Sialang memanen padi dari 260 hektare lahan dengan produktivitas mencapai 6 ton per hektare. Artinya, sekitar 1.500 ton padi berhasil dipanen.
Acara panen ini jadi momen penting, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar Febrina, serta perwakilan DPRD, Forkopimda, Bulog Sumbar, camat, wali nagari, dan kelompok tani.
“Kita lihat hasil kerja bareng dari hulu ke hilir. Gubernur bahkan mengalokasikan 10 persen APBD provinsi untuk sektor pertanian, dan hasilnya bisa kita saksikan langsung di Sialang,” ujar Febrina.
Menurutnya, selain produksi tinggi, para petani juga didukung oleh Bulog yang menyerap gabah mereka dengan harga Rp6.500 per kilogram. Ini memberi jaminan harga yang adil bagi petani dan semangat untuk terus meningkatkan hasil panen.
Wakil Bupati M. Ihpan menyebutkan, Pasaman Barat memang menaruh perhatian besar pada ketahanan pangan. Tahun 2024, total luas tanam padi di daerah ini mencapai 18.099 hektare, dengan produksi 88.408 ton dan rata-rata hasil (provitas) 4,65 ton per hektare.
Sementara Kecamatan Kinali sendiri menyumbang 10.461 ton dari luas tanam 2.474 hektare, dengan provitas 5,5 ton/hektare.





