PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.ID-
Bupati Pasaman Barat, Yulianto menghadiri acara wisuda tahfiz dan pelepasan santri kelas VI Pondok Pesantren (Ponpes) Subulussalam yang digelar di Jalan Jalur 32, Simpang Empat, Sabtu (24/5).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Pasaman Barat dalam mendukung pengembangan pondok pesantren di seluruh wilayah kabupaten, baik secara moral maupun material.
“Pemda mengucapkan terima kasih kepada seluruh pondok pesantren yang telah berkontribusi dalam memperkuat pendidikan, khususnya pendidikan agama,” ujar Yulianto.
Ia menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai benteng moral bagi generasi muda, terutama di tengah derasnya arus teknologi dan pengaruh negatif seperti narkoba dan kenakalan remaja.
“Moral dan akhlak adalah kunci masa depan anak-anak kita. Jangan sampai mereka hancur karena pengaruh barang haram,” tegasnya.
Pembina Ponpes Subulussalam, Buya Samidas, menyampaikan bahwa sebanyak 99 santri diwisuda dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut keberhasilan itu merupakan hasil dari sistem pendidikan terpadu yang diterapkan selama 24 jam.
“Ini terbukti dari berbagai prestasi, termasuk juara I tingkat kabupaten dalam kajian kitab standar, serta diterimanya seluruh lulusan di berbagai perguruan tinggi,” jelas Buya Samidas.





