POLITIK

Pengawasan Partisipatif Elemen Penting dalam Demokrasi

0
×

Pengawasan Partisipatif Elemen Penting dalam Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat menjadi narasumber di Forum Dialog Kepemiluan yang Digelar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. IST

KALSEL, HARIANHALUAN.ID- Ketua Bawaslu Rahmat Bagja tekankan pengawasan partisipatif sebagai elemen penting dalam demokrasi. Menurutnya, dengan pengawasan partisipatif memungkinkan masyarakat ikut terlibat dalam mengawasi jalannya pemilu, mencegah pelanggaran, serta membangun kepercayaan publik terhadap hasil pemilu.

“Tugas kami di Bawaslu salah satunya adalah melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif untuk menghadapi tahapan Pemilu 2029. Dengan upaya ini, kami berharap demokrasi ke depan akan menjadi lebih baik lagi,” ujar Bagja dalam Forum Dialog Kepemiluan yang Digelar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan pada Rabu (4/6/2025).

Baca Juga  PSU DPD RI di Sumbar Bakal Digelar 13 Juli

Turut hadir dalam forum ini, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap demokrasi dan proses pemilu. Ia mengingatkan bahwa demokrasi tidak bisa dipisahkan dari politik, karena sesungguhnya politik adalah bagian yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.

“Politik pemilu bukan sekadar datang dan memilih. Karena politik bersentuhan langsung dengan kehidupan kita sehari-hari,” ujar Rifqi.

Dia menambahkan bahwa hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat tidak lepas dari kebijakan politik contohnya dari izin praktik dokter hingga penyusunan anggaran publik. Oleh karena itu, Rifqi menekankan penting bagi masyarakat untuk tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami dan mengawasi proses demokrasi secara aktif.

Baca Juga  Mendaftar ke KPU Kabupaten Solok, Emiko dan Irwan Afriadi Naik Bendi Diiringi Seribuan Warga

Tidak hanya itu, Rifqi juga mengajak generasi muda untuk mulai membekali diri dengan kemampuan yang relevan untuk menjadi pemimpin masa depan, mulai dari kapasitas akademik, komunikasi formal dan informal, jejaring sosial, hingga fondasi spiritual yang kuat sebagai modal utama dalam melayani masyarakat. (*)