PADANG, HARIANHALUAN.ID -Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat kembali bertekad melanjutkan sejumlah program dan inovasi dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah lewat sektor pertanian.
Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera, Barat Febrina Tri Susila mengungkapkan, sektor pertanian merupakan pilar utama perekonomian di Provinsi Sumatera Barat.
Mayoritas masyarakat Sumbar menggantungkan kehidupannya pada aktivitas pertanian, baik sebagai petani maupun pelaku usaha yang terkait langsung dengan produk dan hasil pertanian.
“Oleh sebab itu, sektor ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah yang terus kami perjuangkan untuk dikembangkan,” ujarnya dalam konferensi pers yang difasilitasi Diskominfotik Sumbar Kamis (3/6).
Menurut Febrina, Dinas yang dipimpinnya terus berupaya agar seluruh program pembangunan pertanian dijalankan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan pelayanan optimal bagi petani.
Sehingga para petani, pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan secara berkelanjutan.
“Namun kami menyadari bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan dan modal, tetapi sangat bergantung pada kualitas sarana produksi, penguasaan teknologi, manajemen usaha tani, serta kapasitas sumber daya manusia yang handal dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ucapnya.
Febrina menerangkan,ada sembilan program strategis yang akan terus digencarkan Distanhortbun Sumbar. Seluruh program dilaksanakan dalam upaya pemenuhan kebutuhan dan pelayanan optimal bagi petani.
“Seperti Pelaksanaan Bengkel Keliling Alsintan atau Layanan perbaikan dan servis alat mesin pertanian secara gratis yang kami lakukan langsung di wilayah kabupaten/kota,” ucapnya.
Program bengkel layanan Alsintan, bertujuan untuk menjaga agar alat-alat pertanian selalu dalam kondisi prima dan siap pakai, khususnya pada masa tanam dan panen, sehingga produktivitas petani tidak terganggu
Selanjutnya, program Lembaga Pengujian Mutu Alsintan. Distanhortbun Sumbar telah memiliki lembaga khusus yang bertugas menguji mutu alat mesin pertanian secara komprehensif.
Hal ini sangat penting untuk memastikan seluruh alat maupun mesin pertanian (Alsintan) yang digunakan petani memenuhi standar kualitas dan keselamatan. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mengurangi risiko kerusakan alat dan kecelakaan kerja.
Kemudian ada juga Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (GERDAL OPT). Gerakan ini merupakan upaya terpadu untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman di sentra produksi.
Lewat kegiatan ini Distanhortbun Sumbar berupaya meminimalkan kerugian hasil panen akibat Organisme Pengganggu Tanaman, yang secara langsung akan berdampak positif terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani
Disamping itu, Distanhortbun Sumbar juga telah memiliki Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) untuk mendukung pengembangan pertanian organik yang ramah lingkungan dan bernilai tambah tinggi.
Melalui lembaga ini, Distanhortbun memfasilitasi proses sertifikasi pertanian organik secara gratis bagi petani di wilayah Sumatera Barat. Program ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru serta meningkatkan kualitas produk pertanian daerah.
Selanjutnya, juga ada pelayanan Pelaporan Masalah Hama melalui Petugas POPT yang tersebar di seluruh Kabupaten Kota. Layanan ini dapat diakses petani untuk mendapatkan solusi penanganan serangan hama yang merugikan secara cepat dan tepat,
Untuk membantu percepatan proses pengolahan lahan, Distanhortbun Sumbar juga telah menyediakan Brigade Alsintan Gratis. Para petani, kini bisa meminjam Alsintan yang dibutuhkan untuk membuat proses pengolahan lahan secara efisien dan tepat waktu.
“Selain itu kami juga menyediakan Benih Bermutu melalui Balai Benih Induk (BBI) untuk berbagai komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan guna mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian di lapangan,” tuturnya
Saat ini, Distanhortbun Sumbar juga telah melayani Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) teknis .
Sertifikasi ini, penting dilaksanakan untuk memastikan mutu dan legalitas benih yang digunakan petani, sehingga produktivitas dan hasil panen dapat terjamin kualitasnya.
Terakhir, Distanhortbun Sunbatbjuga telah memiliki Balai Pelatihan Pertanian (BPP) untuk Peningkatan SDM Petani dan Petugas. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian.
” Oleh sebab itu, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) kami jadikan pusat pengembangan kapasitas petani dan petugas melalui pelatihan teknis, sekolah lapang, bimbingan, dan pendampingan secara berkelanjutan. Dengan demikian, petani dapat mengadopsi teknologi modern dan praktik budidaya terbaik, serta mampu mengelola usaha tani secara lebih profesional dan berdaya saing,” jelasnya.
Melalui berbagai program dan layanan yang telah disediakan Distanhortbun Sumbar, Febrina Tri Susila berharap dapat menciptakan ekosistem pertanian yang kuat dan mandiri di Sumatera Barat.
“Sebab ketahanan pangan bukan semata-mata persoalan angka produksi, melainkan juga soal penguatan ekonomi petani dan pengembangan usaha pertanian sebagai penggerak utama ekonomi daerah,” tambahnya
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfotik) Sumbar, Siti Aisyah menambahkan, pihaknya juga telah berencana akan membuat semacam pelatihan digital bagi para petani
“Dengan adanya pelatihan itu para petani kita diharapkan bisa memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan aktivitas pemasaran,” ucapnya.
Siti Asiyah menekankan, peran media sangat strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas, mendorong partisipasi aktif, dan meningkatkan kesadaran pentingnya pembangunan pertanian.
Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi peran aktif media yang selama ini telah berupaya mempercepat pencapaian visi pertanian yang berkelanjutan di Provinsi Sumatera Barat.
“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak. Semoga sinergi yang kita bangun bersama dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” pungkasnya. (*)






