BUKITTINGGI

Pastikan Penyebab Kematian Anak Harimau di TMSBK Bukittinggi, Kemenhut Lakukan Pemeriksaan Genetik

8
×

Pastikan Penyebab Kematian Anak Harimau di TMSBK Bukittinggi, Kemenhut Lakukan Pemeriksaan Genetik

Sebarkan artikel ini
Satyawan Pudyatmoko

PADANG, HARIANHALUAN.ID- Merespon atensi publik terkait kematian anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) menyampaikan penjelasan lebih lanjut bahwa kejadian ini tidak semata-mata disebabkan oleh malnutrisi.

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa berdasarkan hasil observasi lapangan, riwayat perkembangbiakan, dan nekropsi, terdapat indikasi kuat adanya faktor kelainan genetik serta perilaku maternal induk (maternal behaviour) yang turut memengaruhi.

“Indukan harimau ini berusaha mereject anaknya sendiri, yang tercermin dalam ketidakmauannya untuk menyusui dan merawat anaknya,” terang Satyawan Pudyatmoko dalma keterangan tertulisnya, Jumat (4/7).

Baca Juga  Dewan Sebut Pemerintah Wajib Berikan Modal kepada Pelaku UMKM dan Koperasi

Satyawan mengungkapkan bahwa di alam, kondisi seperti ini bisa terjadi, biasanya karena genetik defect atau induk stres. Kondisi ini juga memunculkan dugaan adanya kelainan genetik yang diturunkan dari garis induknya (Sean).

“Pada kejadian Harimau Yani ini, Berdasarkan penjelasan tim dokter dan keeper, upaya memberi susu tambahan dan evakuasi sudah dilakukan, namun tidak dapat menolong. Ini yang perlu pendalaman, akar masalahnya pada ketidakmauan induk menyusui,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, kata dia, Kementerian Kehutanan melalui Balai KSDA dan tim medis TMSBK akan melakukan pemeriksaan genetik pada induk dan keturunannya untuk memvalidasi adanya dugaan kelainan hereditas. Selain itu, akan dilakukan kajian perilaku maternal, agar pola penolakan dapat diantisipasi dalam program breeding mendatang. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh standar perawatan, nutrisi, dan manajemen stres pada kandang harimau.

Baca Juga  Sepasang Bayi Harimau Sumatera Lahir di TMSBK Bukittinggi, Titiek Soeharto Beri Nama Spesial

Satyawan menegaskan, Kementerian Kehutanan tetap berkomitmen pada upaya konservasi Harimau Sumatera sebagai salah satu spesies prioritas, dengan memperhatikan kesejahteraan satwa (animal welfare) serta menjaga kemurnian genetik populasi.

“Kami mengajak masyarakat memahami dan berperan aktif dalam upaya konservasi satwa liar. Setiap kejadian menjadi evaluasi penting agar penanganan ke depan semakin baik,” tutupnya. (*)