AGAM

Mantan Bupati Agam Aristo Munandar Sandang Gelar Datuak Bagindo Kayo

4
×

Mantan Bupati Agam Aristo Munandar Sandang Gelar Datuak Bagindo Kayo

Sebarkan artikel ini
Prosesi malewakan gala Aristo Munandar yang berlangsung di Medan Nan Bapaneh, Jorong Koto Hilalang, Minggu (6/7). IST

AGAM, HARIANHALUAN.ID- Mantan Bupati Agam dua periode, Aristo Munandar resmi memangku gelar adat Datuak Bagindo Kayo dari Kaum Suku Koto, Nagari Lambah, Kecamatan Ampek Angkek.

Prosesi malewakan gala yang berlangsung di Medan Nan Bapaneh, Jorong Koto Hilalang, Minggu (6/7) itu, merupakan momentum sakral dan penuh makna.

Dalam prosesi malewakan gala turut dihadiri sejumlah tokoh penting, baik tingkat nasional maupun daerah, yang memberikan penghormatan atas pelantikan Aristo Munandar sebagai pangulu.

Bupati Agam, Benni Warlis yang hadir saat itu mengapresiasi kegiatan batagak pangulu tersebut. Menurutnya momen ini menjadi langkah besar untuk kembali membangkitkan tradisi, yang sudah lama tidak terlaksana di Nagari Lambah.

Baca Juga  Hadiri Upacara Peringatan Perang Kamang ke-116, Ketua DPRD Agam: Inspirasi Bagi Generasi

“Ini merupakan kegiatan akbar sebagai upaya mambangkik batang tarandam. Sudah lama di Nagari Lambah tidak batagak pangulu, kini dipelopori bapak Aristo Munandar Dt Bagindo Kayo,” ujar Benni Warlis Dt Tan Batuah.

Dia berharap, setelah Suku Koto mengangkat pangulu, ke depan nagari-nagari lain di Kabupaten Agam juga turut menggairahkan kembali tradisi batagak pangulu, sebagai bagian dari pelestarian adat dan budaya Minangkabau.

“Selamat kepada bapak Aristo Munandar, yang kini telah resmi memangku gelar Datuak Bagindo Kayo. Semoga beliau menjadi suri tauladan dan pemimpin yang membimbing anak kemenakan, serta membawa manfaat bagi masyarakat luas,” harap Bupati Agam itu.

Baca Juga  Total Kerugian Akibat Bencana di Agam Capai Rp6,5 Triliun

Menurutnya, gelar pangulu bukan sekadar simbol adat, melainkan sebuah kehormatan, kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar dalam memimpin dan membina anak kemenakan serta kaum.

“Gelar ini sarat makna, karena berasal dari kearifan budaya lokal yang sakral. Gelar pangulu diharapkan mampu membangkitkan kepercayaan diri para pemangku adat untuk berkiprah, tidak hanya di lingkungan Minangkabau tetapi juga di tingkat nasional,” tambahnya.

Dengan resmi mengemban gelar Datuak Bagindo Kayo, Aristo Munandar diharapkan menjadi sosok yang mampu menjembatani nilai-nilai adat dengan dinamika perkembangan zaman, serta terus menginspirasi generasi muda untuk menjaga warisan budaya Minangkabau. (*)