PADANG, HARIANHALUAN.ID — PT Pos Indonesia mencatat, hingga 29 Juli 2025, Bantuan Subsidi Upah (BSU) telah disalurkan kepada 14.775.563 pekerja atau 92,63 persen dari total target. Di Sumatera Barat (Sumbar), realisasi penyaluran Bsu sudah mencapai 95,33 persen, dengan Kota Padang mencatatkan 60.008 penerima atau 94,53 persen.
Hal ini terungkap saap kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ke kantor PT Pos Indonesia Cabang Padang, Rabu (30/7). Dalam kunjungan tersebut, Wapres menekankan pentingnya pemanfaatan bansos dan BSU untuk memenuhi kebutuhan pokok para penerima.
Seperti diketahui, BSU menyasar para pekerja yang terdampak secara ekonomi namun belum menerima bantuan sosial (bansos) lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Sasaran utamanya adalah pekerja dengan upah maksimal Rp3,5 juta atau sesuai upah minimum wilayah masing-masing, yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan per 30 April 2025.
“Jangan digunakan untuk berjudi online. Kepada para penerima, terutama yang bapak-bapak, saya juga ingatkan, setelah menerima bantuan, jangan langsung ke warung beli rokok. Dahulukan kebutuhan pokok, seperti membeli sembako dan perlengkapan sekolah anak-anak, apalagi ini sudah masuk tahun ajaran baru,” kata Wapres.
Lebih lanjut Wapres menggarisbawahi perlunya percepatan realisasi penyaluran, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Sebagaimana instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, penyaluran BSU harus diselesaikan secara menyeluruh.
“Karena ini adalah program dari Bapak Presiden, maka realisasinya harus mencapai 100 persen. Mengingat kita sudah memasuki akhir bulan, tantangan ke depan kemungkinan besar ada di daerah-daerah terpencil. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama yang solid dengan pemerintah daerah (pemda),” tutur Gibran.
Pada kesempatan ini Wapres juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan berbagai program nasional. “Saya mohon dukungan dari para kepala daerah untuk menyukseskan program-program pusat, seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, Makan Siang Gratis, Cek Kesehatan Gratis, dan program prioritas lainnya dari Bapak Presiden,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dalam laporannya mengungkapkan sejumlah tantangan dalam proses penyaluran, terutama bagi pekerja di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta pekerja dengan sistem kerja bergilir (on-off), yang menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan PT Pos Indonesia, serta kendala teknis dalam pendataan.
“Kami terus berupaya mengejar target. Idealnya, akhir Juli ini kita sudah mendekati 100 persen. Namun, beberapa kendala memang tidak bisa dihindari,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wapres, yang dinilainya membawa semangat baru bagi para pekerja di daerah. “Kunjungan kerja Bapak Wapres hari ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat daerah. Semoga ini memberi semangat bagi para pekerja kita untuk berkontribusi lebih baik lagi,” ujarnya. (*)





