EkBis

100 Persen Pusat Pemerintahan di Sumbar Sudah Tersambung Fiber Optik, Telkom Witel II Sumbar Jambi Siap Dukung Digitalisasi Pemerintahan

1
×

100 Persen Pusat Pemerintahan di Sumbar Sudah Tersambung Fiber Optik, Telkom Witel II Sumbar Jambi Siap Dukung Digitalisasi Pemerintahan

Sebarkan artikel ini

Keterangan foto: General Manager (GM) Telkom Witel Sumatera Barat (Sumbar) Jambi, Muhammad Ihsan, bersama Manager Government Service Sumbar-Jambi Ryandhani, dan Officer Business Service Bella Ribka. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Telkom Witel II Sumatera Barat-Jambi, siap untuk mendukung digitalisasi semua sektor pemerintahan di kabupaten/kota di Sumbar. Hal ini sangat didukung oleh jaringan yang luas serta teknologi sumber daya yang handal, di BUMN tersebut.

“Digitalisasi sangat penting demi tercapainya tujuan merealisasikan smart city,” kata General Manager (GM) Telkom Witel Sumatera Barat (Sumbar) Jambi, Muhammad Ihsan, kepada Haluan di ruang kerjanya, Jumat (1/8).

Smart City Telkom adalah konsep kota pintar yang dikembangkan oleh PT Telkom Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Smart City Telkom bertujuan untuk menciptakan kota yang lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola sumber daya, infrastruktur, dan layanan publik.

Baca Juga  Ertiga Hybrid Segera Meluncur, Harganya Lebih Murah dari Xpander – Avanza

Terkait hal itu, Ihsan menyebutkan Telkom Witel II Sumbar – Jambi sudah siap dengan infrastruktur yang mendukung. “Kabupaten/kota terutama di pusat-pusat pemerintahan, 100 persen sudah tersambung dengan jaringan fiber optik dari Telkom,” kata Ihsan yang saat itu didampingi Manager Government Service Sumbar-Jambi Ryandhani, dan Officer Business Service Bella Ribka.

Tentang blankspot (area yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi), menurut Ihsan, saat ini hanya tinggal pada rural area (daerah pinggiran). Biasanya hal ini disiasati dengan pembangunan tower bekerjasama dengan pemerintahan setempat, juga pengadaan repeater (penguat sinyal). Namun, di kawasan yang sama sekali belum ada jaringan Telkom, sinyal satelit menjadi alternatifnya, meskipun harganya jauh lebih mahal tapi bisa digunakan untuk akses internet pada area terbatas.

Tak hanya di kantor-kantor pemerintah, digitalisasi, menurut Ihsan, juga sudah diterapkan di berbagai rumah sakit pemerintah, juga sekolah sekolah. “Misalnya, untuk mendukung data pasien di rumah sakit. Atau juga data siswa di sekolah,” tambah Ryandhani.

Baca Juga  Telkom Perkuat Peran Kepemimpinan Perempuan di Era Transformasi Digital

Terkait fasilitas dan layanan publik, Ryan mencontohkan, keberadaan Taman Digital di dekat Kantor Telkom, smartcity di Kota Padang, yang sangat diminati masyarakat. Setiap hari, banyak warga yang datang ke sana untuk berselancar di dunia maya dengan fasilitas akses internet yang kencang.

Di Kota Padang, layanan publik yang sudah tersambung dengan digitalisasi Telkom adalah pada kantor Samsat dan pajak. Begitu juga bidang kuliner, seperti restoran dan rumah makan, serta perhotelan dan tempat wisata.

“Jadi hal-hal seperti ini akan disasar nanti, menjadikan smart city dengan dengan memanfaatkan teknologi digital. Tujuannya adalah untuk menciptakan peluang meningkatkan PAD,” jelasnya.

Saat ini, selain Kota Padang, Telkom Witel II Sumbar Jambi juga sudah melakukan sosialisasi untuk kerja sama digitalisasi ke berbagai daerah di Sumbar. Misalnya di Padang Panjang, Kota Pariaman, Mentawai dan Payakumbuh. (h/atv)