UTAMA

In Dragon, Pembunuh dan Pemerkosa Nia Divonis Hukuman Mati

0
×

In Dragon, Pembunuh dan Pemerkosa Nia Divonis Hukuman Mati

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Indra Septiarman alias In Dragon terdakwa kasus tindak pidana pembunuhan dengan berencana dan pemerkosaan terhadap Nia Kurnia Sari Pedagang Gorengan di Kayu Tanam di vonis hukuman mati.

Sidang Putusan Perkara Tindak Pidana Pembunuhan dengan berencana dan pemerkosaan dengan terdakwa Indra Septiarman alias In Dragon. Pada hari Selasa 5 Agustus 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Pariaman.

Adapun Jaksa Penuntut Umum yang hadir dalam sidang putusan terhadap perkara ini adalah Wendry Finisa, S.H., M.H. (Kasi Pidum Kejari Pariaman) dan Tim JPU lainnya, majelis hakim yang memutuskan perkara ini yaitu, Dedi Kuswara, S.H., M.H., ( Ketua) Syofianita, S.H., M.H., (Anggota)SherlyRisanty, S.H., M.H., (Anggota).

Baca Juga  Asintel Kejati Sumbar Mengajar di SMA 1 Padang

Kasus Posisi Pada awal Bulan September tahun 2024, Terdakwa Indra Septiarman alias In Dragon sedang duduk diwarung milik saksi M. Jailani di Jalan Raya Padang-Bukittinggi, 2X11 Kayu Tanam, Padang Pariaman.

Pada saat itu korban Nia Kurnia Sari menjajakan gorengan dan menawarkan kepada terdakwa untuk membeli gorengan yang dijual oleh korban Nia Kurniasari, Lalu terdakwa membeli gorengan tersebut sambil bertanya dimana lokasirumah korban.

Selanjutnya pada hari Jumat 6 September 2024 pukul 17.50 WIB, terdakwa kembali bertemu dengan korban di warung tersebut, dan pada saat korban pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki. Terdakwa mengambil dua utas tali raffia dari ruko kosong dan menyusul korban arah pulang, pada saat terdakwa berpapasan dengan korban.

Baca Juga  Rumah Restorative Justice, Wadah Penyelesaian Sosial dan Hukum di Tengah Masyarakat

Kemudian terdakwa langsung membekap mulut dan hidung korban Nia Kurniasari dan menyeretnya ke semak-semak, lalu terdakwa meninju wajah korban nya secara berulang kali serta menekan leher korban hingga tidak berdaya. Lalu, terdakwa mengeluarkan tali raffia yang sudah dipersiapkan sebelumnya dari sakunya celana nya dan terdakwa menjerat leher korban dengan tali raffia hingga korban tidak bergerak.