PADANG

Spray Dinding Berbahan Kulit Jeruk Purut dan Bengkuang Solusi Atasi Blackmold Tanpa Jejak

0
×

Spray Dinding Berbahan Kulit Jeruk Purut dan Bengkuang Solusi Atasi Blackmold Tanpa Jejak

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Perintis Indonesia. Tim mahasiswa yang tergabung dalam Tim FungiGone berhasil lolos dalam pendanaan nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Tim yang diberi nama FungiGone ini terdiri dari Zahwa Rahmadhani sebagai ketua, bersama anggota Aisyah Heria Fitri, Mutiara, Chanda Destwo Fysla Anantha, dan Albagas Rahmat Armando. 

Di bawah bimbingan dosen pendamping, Anggun Sophia, M.Pd, yang aktif mendorong mahasiswa dalam menciptakan dan mengembangkan  inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Disdag Imbau PKL Pasar Raya Padang Agar Mulai Berjualan Pukul 15.00 Wib

Dengan mengusung judul inovasi “Spray Dinding Berbahan Kulit Jeruk Purut dan Bengkuang: Solusi Efektif Atasi Blackmold Tanpa Jejak”, tim ini menawarkan solusi alternatif yang ramah lingkungan dalam mengatasi masalah jamur hitam (blackmold) yang kerap tumbuh pada dinding rumah, khususnya di daerah dengan tingkat kelembapan tinggi. 

Inovasi ini dikembangkan melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K), yang mendorong mahasiswa untuk menciptakan produk unggulan, sehingga memiliki nilai jual dan dampak nyata bagi masyarakat.

Produk ini mengombinasikan ekstrak kulit jeruk purut yang memiliki sifat antijamur alami, serta ekstrak bengkuang yang berfungsi sebagai bahan pencerah. Inovasi ini tidak hanya membasmi jamur hingga ke akar, tetapi juga mampu menghilangkan noda kehitaman tanpa merusak permukaan dinding.

Baca Juga  Beraksi di Lampu Merah, Badut Asal Pekanbaru Diamankan Satpol PP Padang

Lebih dari sekadar produk pembersih, inovasi ini juga sejalan dengan tema pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Jamur hitam yang tumbuh di dalam rumah tidak hanya merusak estetika dan struktur bangunan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas udara yang dapat memperburuk risiko kesehatan dan mempercepat kerusakan bangunan, faktor penting dalam mitigasi bencana di daerah rawan banjir dan kelembapan tinggi.