UTAMA

Gelar Indonesia.go.id Goes to Campus : Kemkomdigi Kenalkan Website Indonesia.go.id

0
×

Gelar Indonesia.go.id Goes to Campus : Kemkomdigi Kenalkan Website Indonesia.go.id

Sebarkan artikel ini
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Diana Chitra Hasan, salah seorang narasumber pada Indonesia.go.id Goes to Campus, saat tampil menyampaikan materinya, Selasa (30/9), di Satiga Coffee & Resto, Padang. ATVIARNI

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Saat ini, digitalisasi tak bisa lagi dilepaskan dari perkembangan dunia. Karena itu, literasi digital harus terus dilaksanakan, agar informasi yang beredar di dunia maya bisa mendatangkan efek positif terhadap masyarakat.

Karena itulah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mendorong literasi digital masyarakat melalui pengenalan website resmi indonesia.go.id. Sosialisasi dilakukan di Satiga Coffee & Resto di tepian Batang Arau Padang dalam agenda Indonesia.go.id Goes to Campus, dengan tema Sekolah Rakyat : Merdeka Pendidikan di HUT ke 80 RI, Selasa (30/9).

Baca Juga  Jalin Silaturahmi, Warga Simpang Tigo Banda Luruih Masak 1.000 Lemang

Kegiatan yang digelar secara hybrid (offline dan online ) ini, diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari Aparatur Sipil negara (ASN) d i lingkungan Kominfo, mahasiswa, influencer, konten creator, serta media.

Direktur Informasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Nursodik Gunarjo, menegaskan bahwa indonesia.go.id merupakan wajah resmi Indonesia di dunia maya. “Ketika seseorang mengetik Indonesia di mesin pencari, salah satu laman resmi yang muncul adalah indonesia.go.id. Karena itu, penguatan kontennya sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga  Sungai Kunyit Raih Peringkat Kedua Nagari ABS-SBK Sumbar

Dalam kesempatan tersebut, Nursodik menjelaskan bahwa konten indonesia.go.id tidak hanya diisi oleh penulis internal pemerintah. Masyarakat, khususnya mahasiswa, kini dapat berkontribusi melalui tulisan, foto, video, maupun infografis.

 “Kami membuka ruang kolaborasi. Mahasiswa bisa mengisi konten dengan kearifan lokal dan ciri khas daerah masing-masing,” jelasnya.