NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 8 Oktober 2025

0
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 8 Oktober 2025

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD melakukan asesmen pasca kejadian angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (6/10). Sumber foto : BPBD Kabupaten Gowa

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Peristiwa cuaca ekstrem terpantau melanda sejumlah daerah di tanah air. Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (8/10) pukul 07.00 WIB, ada tiga peristiwa cuaca ekstrem yang berdampak signifikan di Indonesia.

Peristiwa bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem tercatat terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin (6/10) sekira pukul 15.00 WITA. Kejadian ini diawali oleh hujan deras disertai angin kencang yang menerjang permukiman warga di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bajeng, Pallangga, dan Botomarannu.

Baca Juga  Korban Bencana Ekologi Sumbar Tembus 234 Jiwa, Puluhan Masih Hilang

Akibat peristiwa ini, sebanyak 265 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Adapun kerugian materiil yang diakibatkan dari bencana ini meliputi 2 fasilitas umum dan 265 unit rumah dengan rincian 140 rumah dan 2 fasum rusak di Kecamatan Bontomarannu, 50 unit rumah mengalami rusak di Kecamatan Bajeng, dan 75 unit rumah mengalami kerusakan di Kecamatan Pallangga.

Menyusul kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Gowa dan tim gabungan telah melakukan respons di lokasi terdampak. Selain itu, dilaporkan tim gabungan telah melakukan pembersihan material di lokasi-lokasi peristiwa dan menyalurkan bantuan dasar kepada warga terdampak.

Baca Juga  GraPARI Telkomsel Kembali Beroperasi Penuh di Sejumlah Wilayah Terdampak Bencana di Aceh dan Sumut

Beralih ke wilayah lain, cuaca ekstrem yang melanda selanjutnya terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa ini dipicu oleh hujan disertai angin kencang, pada Minggu (5/10).

Kejadian ini mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan pohon tumbang, di Desa Kalipenggung dan Desa Tunjung Kecamatan Randuagung. Laporan yang dihimpun mencatat, sebanyak 39 jiwa terdampak dengan kerugian materiil berjumlah 37 unit rumah rusak ringan dan dua unit rumah rusak sedang.