EkBis

Harga Nilam Naik Tipis, Petani Mulai Semangat 

3
×

Harga Nilam Naik Tipis, Petani Mulai Semangat 

Sebarkan artikel ini

Teks foto : Terlihat Riski salah seorang pekerja penyulingan minyak nilam di Pasbar. Osniwati 

PASBAR, HARIANHALUAN.ID — Pekerja penyulingan minyak nilam di Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat bersemangat melakukan pekerjaannya,. Pasalnya harga minyak nilam tengah mengalami kenaikan di pasaran. 

Kenaikan harga ini memberikan angin segar bagi para petani dan pelaku industri penyulingan, setelah sebelumnya sempat terpuruk akibat harga yang rendah selama beberapa bulan terakhir.

“Harga minyak nilam di Kabupaten Pasaman Barat saat ini naik Rp780.000 per kg dari harga sebelumnya Rp700.000-Rp760.000. Kenaikan harga ini memberi harapan baru bagi kami dan petani nilam,” Kata salah seorang pekerja penyulingan Rizki.

Baca Juga  Telkom Catat Kinerja 2023 Positif dengan Pendapatan Konsolidasi Rp149,2 Triliun dan Pertumbuhan Laba Bersih 18,3 Persen

Menurutnya, dengan kenaikan harga minyak nilam saat ini, pendapatan para pekerja dan petani menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Ia berharap harga tersebut dapat bertahan agar kegiatan produksi tetap berjalan lancar dan memberikan keuntungan yang layak bagi semua pihak yang terlibat.

“Dengan harga minyak nilam naik, kami jadi lebih semangat kerja,” ujarnya. 

Sebelum proses penyulingan, dia menjelaskan lama penyulingan ini dilakukan 6 jam per sulingan dalam satu sulingan ini 2,5 karung daun nilam dan dari hasil 1 sulingan lebih kurang 1 kg minyak nilam (bisa lebih sedikit). 

Sebelum dilakukan proses penyulingan, dimulai dari pencabutan, pencincangan dan dijamur. Upah per sulingan yang di terima Rp 150.000 satu kali masak dalam satu kali masak ada 4 sulingan.  

Baca Juga  Telkom Hadirkan WMS Standard & WMS Fit: Solusi End-to-End Wi-Fi Sesuai Kebutuhan Bisnis

“Selama 2 hari baru disuling. Satu hari dilakukan 3 kali masak Jadi, total 12 sulingan per hari (3 × 4 sulingan) penyulingan ini dilakukan setiap hari,” Katanya.

Riski petani nilam juga menyambut baik kenaikan harga nilam ini. Sebab, proses memelihara nilam memang tidak butuh perawatan yang ribet. Namun, ada upah yang musti dikeluarkan ketika memanen dan menyuling minyak.

“Ketika harga nilam naik, upah yang kami keluarkan untuk menjemur dan menyuling akan terbantu. Kalau harga murah hasil panen habis untuk upah saja,” ucapnya. (*)