PENDIDIKAN

Rektor UIN Bukittinggi Sebut Kunjungan Menag ke Sumbar Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi

1
×

Rektor UIN Bukittinggi Sebut Kunjungan Menag ke Sumbar Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani menegaskan bahwa kunjungan Menteri Agama RI ke Sumatera Barat harus dijadikan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pesantren.

Hal itu ia sampaikan menanggapi rangkaian agenda kerja Menteri Agama RI di Sumbar, Selasa (18/11).

“Kehadiran Menteri Agama RI bukan sekadar agenda seremonial, namun menjadi momen penting memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem keagamaan dan ekonomi umat yang lebih kuat,” ujar Prof. Silfia.

Baca Juga  Guru SD Gugus VI Koto Tangah Dilatih Terapkan Pembelajaran Matematika Berbasis Deep Learning dan Teknologi

Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan pendidikan tinggi Islam, ekonomi berbasis wakaf, serta kemandirian pesantren semakin terlihat dari agenda yang dibawa Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA. Ia menilai hal ini menjadi sinyal positif bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk terus meningkatkan riset, inovasi, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Ini dorongan besar bagi PTKIN agar semakin progresif dalam menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat. Kampus harus hadir menawarkan rekomendasi ilmiah dan solusi implementatif,” katanya.

Baca Juga  Jemaah Haji Terbanyak di Dunia, Menag Sebut Indonesia Dapat Perhatian Khusus Arab Saudi

Prof. Silfia juga menyoroti pentingnya Konferensi Wakaf Internasional yang digelar di Padang. Ia mengatakan konferensi tersebut membuka ruang ilmiah dan kebijakan yang strategis untuk mempercepat pengembangan wakaf produktif, yang menurutnya harus dikelola secara modern, berbasis data, teknologi, dan tata kelola yang transparan.

“PTKIN harus menjadi pelopor riset model wakaf produktif. Wakaf bukan hanya aset ibadah, tetapi instrumen pembangunan sosial-ekonomi umat,” tegasnya.