PESISIR SELATAN

Nomor Urut Satu di Pilwana 2025, Yendri Siap Bangun Amping Parak dengan Hati dan Kebersamaan

2
×

Nomor Urut Satu di Pilwana 2025, Yendri Siap Bangun Amping Parak dengan Hati dan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, semakin dinamis usai memasuki tahapan penetapan nomor urut calon. Dari hasil undian pada Sabtu (29/11/2025) di Lantai II Kantor Wali Nagari Amping Parak, pamong senior Yendri resmi memperoleh nomor urut satu.

Sosok yang telah puluhan tahun mengabdi di pemerintahan nagari itu, langsung menyampaikan pesan kepada masyarakat. Yendri menyampaikan bahwa nomor urut satu bukan sekadar simbol, melainkan cerminan komitmen untuk membangun Amping Parak secara kolektif.

“Nomor urut satu bukan hanya sebuah angka, tetapi simbol harapan untuk membangun nagari dengan hati dan kebersamaan. Saya mohon doa dan dukungan masyarakat Amping Parak agar proses demokrasi ini berjalan lancar dan bermartabat,” ujar Yendri kepada wartawan, Selasa (2/12).

Baca Juga  Termotivasi dan Menimba Ilmu, Desa Tuapejat Kunjungi Desa Juara Umum Lomba PKK Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2022

Menurutnya, pencalonan dirinya lahir dari pengalaman panjang melayani masyarakat sebagai perangkat nagari, bukan ambisi pribadi.

“Selama puluhan tahun bekerja di pemerintahan nagari, saya memahami betul dinamika dan kebutuhan masyarakat di setiap kampung. Jika diberikan amanah, saya akan mewujudkan pemerintahan nagari yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Yendri membawa visi menjadikan Amping Parak sebagai nagari religius, agamis, berbudaya ABS-SBK, sejahtera, dan berkelanjutan, dengan masyarakat mandiri serta berdaya saing. Ia menekankan bahwa pengembangan desa wisata berbasis Pengurangan Risiko Bencana (PRB) akan menjadi salah satu fondasi pembangunan jangka panjang nagari.

Baca Juga  Hari Pertama Masuk Kerja Usai Cuti Lebaran, Dihadiri 98 Persen Pegawai Pemprov Sumbar

Misinya mencakup: Peningkatan kualitas keagamaan dan kesadaran nilai-nilai agama, Pelestarian budaya lokal ABS-SBK, Penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas SDM, Pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, dan Pembukaan ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan nagari.