PADANG, HARIANHALUAN.ID— Anggota DPD RI Irman Gusman menilai penanganan bencana alam di Sumatera Barat belum menunjukkan orkestrasi yang solid dan terintegrasi. Di tengah besarnya dampak ekologis dan ekonomi yang ditimbulkan, Sumbar dinilainya masih bergerak parsial, sementara masyarakat menanti kepastian arah pemulihan yang lebih terukur dan berkeadilan.
Hal itu disampaikan Irman Gusman dalam diskusi dan dialog bertema respons serta penanggulangan bencana alam di Sumatra Barat yang digelar atas inisiatif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, di Rumah Makan Suasso, Kota Padang, Senin (15/12)malam.
Menurut Irman Gusman, diskusi yang dihadiri sejumlah jurnalis senior, pimpinan Ormas, akademisi hingga tokoh masyarakat Sumbar ini, neruoakan respon dari keprihatinan mendalam atas penanganan bencana yang dinilai belum optimal.
Ia menilai Sumatra Barat belum sepenuhnya bersatu padu menghadapi situasi darurat yang kompleks dan berlarut.
“Kalau semua mau berkolaborasi, saya siap memfasilitasi. Media sebagai bagian dari civil society harus diperkuat agar mampu melahirkan pandangan terbaik untuk pemulihan Sumbar,” kata Irman, yang menyebut dirinya sebagai sahabat PWI.
Ia menilai langkah PWI Sumbar menginisiasi diskusi lintas elemen sangat tepat di tengah kebuntuan koordinasi dan kegamangan kebijakan. Bagi Irman, peran pers bukan sekadar penyampai informasi, melainkan juga pengawal akal sehat publik.
Irman mengaku kegelisahannya memuncak usai bencana melanda Sumbar. Ia bahkan menyebut emosinya tersulut saat diminta menyampaikan pandangan dalam sebuah podcast, dipicu oleh derasnya arus informasi di media sosial dan kesan penanganan bencana yang berjalan biasa-biasa saja.





