PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID — Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA menegaskan kepada seluruh Kapolres dan kepala daerah di Sumatera Barat untuk segera melaporkan kebutuhan pascabencana banjir bandang dan longsor, khususnya terkait hunian sementara (huntara) serta titik-titik wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolda saat memimpin rapat secara daring bersama Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyna, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Ketua DPRD Imbral, Komandan Kodim 0307/TD, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, Kepala Kejaksaan Negeri, Adhi Setyo Prabowo dan lainnya di Aula Tatya Dharaka Polres Padang Panjang, Selasa (23/12/2025).
“Segera laporkan kepada kami kebutuhan yang dibutuhkan, seperti sarana dan prasarana sekolah, hunian sementara yang belum tersedia bagi masyarakat terdampak, pembukaan lapangan pekerjaan, serta sarana air bersih. Semua ini akan kami bantu penanganannya,” tegas Kapolda.
Khusus untuk sarana air bersih, Gatot menyampaikan Polda Sumbar telah menyiapkan pompa, toren, serta akan membangun sumur bor bagi masyarakat yang membutuhkan, sesuai laporan dari daerah.
“Kami telah mempersiapkan hingga 300 titik sarana air bersih. Jika daerah melaporkan membutuhkan 20 titik, maka akan kami buatkan 20 titik,” jelasnya.
Terkait hunian sementara, Kapolda meminta setiap Kapolres dan kepala daerah segera menghadirkannya bagi masyarakat terdampak, mengingat warga tidak bisa terus berada di lokasi pengungsian.
Selain itu, ia juga menyoroti dampak bencana terhadap mata pencaharian warga. Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, termasuk petani yang lahannya rusak akibat bencana. Untuk itu, Kapolres dan kepala daerah diminta berperan aktif membuka lapangan pekerjaan di wilayah terdampak.














