PADANG PANJANG

Pulihkan Psikologis Anak Pascabencana, PMI Padang Panjang Gelar Trauma Healing di Rusunawa

0
×

Pulihkan Psikologis Anak Pascabencana, PMI Padang Panjang Gelar Trauma Healing di Rusunawa

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID — Upaya pemulihan kondisi psikologis anak-anak terdampak bencana terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang Panjang melalui kegiatan trauma healing yang digelar di Rusunawa, Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat, Rabu (24/12/2025).

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan psikososial pascabencana yang difokuskan kepada anak-anak sebagai kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus,” jelas Ketua PMI Kota Padang Panjang, Herki Toni didampingi Sekretaris,
M. Ayyub Nasution.

Baca Juga  Silaing Bawah dan Ngalau Wakili Padang Panjang di Lomba Tingkat Provinsi Sumbar

Dikatakannya, trauma healing bertujuan membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan cemas akibat bencana, sekaligus membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka.

“Pemulihan psikologis anak sama pentingnya dengan pemulihan fisik pascabencana. Melalui trauma healing ini, kami ingin menghadirkan ruang aman dan menyenangkan agar anak-anak dapat kembali ceria dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut,” ujar Herki.

Sebanyak 40 anak mengikuti kegiatan yang dikemas melalui berbagai permainan edukatif dan interaktif. Salah satunya permainan ular tangga, yang dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, serta membantu anak mengekspresikan perasaan mereka secara alami.

Baca Juga  Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Wawako Allex Ikuti Rakor Nasional

Dalam pelaksanaannya, PMI melibatkan Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis) Kota Padang Panjang. Keterlibatan remaja ini merupakan bagian dari pembinaan generasi muda agar memiliki kepedulian sosial dan kesiapsiagaan dalam kegiatan kemanusiaan.

Herki menambahkan, pendekatan bermain dipilih karena efektif menjangkau kondisi psikologis anak tanpa menimbulkan tekanan atau rasa terintimidasi.