JAKARTA, HARIANHALUAN.ID- Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa pasokan beras untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar) dalam kondisi aman. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah untuk melipatgandakan stok hingga tiga kali lipat dari kebutuhan setiap kabupaten/kota. Untuk di Sumbar sendiri penyaluran telah mencapai 1.069 ton.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Tujuannya adalah agar daerah tidak mengalami kekurangan pangan apabila terjadi lonjakan kebutuhan secara mendadak.
“Kami sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian, kita diperintahkan untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota,” ungkap Rizal di Jakarta, Jumat (3/1).
Dikatakannya juga, tantangan utama dalam proses distribusi adalah terbatasnya akses darat akibat jembatan putus dan infrastruktur rusak.
Untuk itu, Bulog bekerja sama dengan TNI AU dan TNI AL dalam memanfaatkan jalur udara dan laut.
” Kalau tidak ada akses laut kita gunakan akses udara menggunakan helikopter maupun pesawat-pesawat Hercules yang dibantu oleh TNI AU maupun teman-teman dari BNPB,” ujar Rizal.
Ia menegaskan kembali bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di tengah bencana.
” Jadi saudara-saudara kita yang di daerah bencana tidak perlu bimbang dan ragu untuk beras-beras kita cukup banyak. Tinggal proses bagaimana mendistribusikannya,” tegasnya.
Hingga 2 Januari 2026, total beras yang telah disalurkan untuk bencana hidrometeorologi di Sumatera mencapai 14.227 ton.
Penyaluran akan terus ditingkatkan seiring perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan. (*)






