Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
UTAMA

Benni Warlis Tinjau Infrastruktur Terdampak Bencana di Tanjung Raya

1
×

Benni Warlis Tinjau Infrastruktur Terdampak Bencana di Tanjung Raya

Sebarkan artikel ini

AGAM, HARIANHALUAN.ID- Bupati Agam, Benni Warlis kembali turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur terdampak bencana banjir dan galodo di Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (19/12).

Kunjungan ini dilaksanakan di mulai dari Jorong Bancah, Labuah, Nagari, Kubu dan lain yang menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Agam dalam memastikan percepatan penanganan pascabencana berjalan tepat sasaran.

Selain melakukan monitoring terhadap akses jalan dan infrastruktur yang mengalami kerusakan, Benni juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Baca Juga  Komitmen Pelihara Bumi, Paragon Raih Juara 1 Environment Award 2023 dari BPOM RI

Dalam kesempatan itu, Bupati menjelaskan secara langsung kepada masyarakat terkait konsep Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) sebagai bagian dari tahapan pemulihan pascabencana.

Ia menyampaikan, Huntara disiapkan sebagai solusi sementara agar masyarakat tetap memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat sembari menunggu proses pembangunan Huntap.

“Rumah yang rusak berat tentu tidak bisa langsung ditempati kembali. Untuk itu, pemerintah menyiapkan hunian sementara agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman, sebelum nantinya dibangunkan hunian tetap,” jelasnya kepada warga.

Baca Juga  APBD 2024 Disahkan RP6,7 Triliun, DPRD Sumbar Dorong Pemrov Genjot Pendapatan Daerah

Ia juga menegaskan bahwa pendataan kerusakan rumah dan infrastruktur yang dilakukan di lapangan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah penanganan lanjutan, termasuk pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat.

Melalui dialog langsung dengan masyarakat, Benni berharap warga mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai tahapan pemulihan pascabencana, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di tengah kondisi yang masih sulit. (*)