PADANG, HYARIANHALUAN.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Padang (BEM KM UNP) kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan menyalurkan bantuan senilai Rp40 juta kepada korban bencana di sejumlah wilayah Kota Padang.
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui aksi sosial yang telah dilakukan berulang kali dengan turun langsung ke daerah terdampak, seperti kawasan Batu Busuk dan Lubuk Minturun.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari respons cepat mahasiswa terhadap bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), yang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu mata pencaharian warga serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi.
BEM KM UNP menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam situasi darurat merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Presiden Mahasiswa UNP, Muhammad Adli, mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari penggalangan solidaritas sivitas akademika dan masyarakat luas, yang kemudian didistribusikan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
“Total bantuan yang berhasil kami himpun dan salurkan sejauh ini mencapai kurang lebih Rp40 juta. Bantuan tersebut kami fokuskan ke beberapa titik di Kota Padang agar dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak,” ujarnya, Minggu (4/1).
Selain di Kota Padang, katanya, BEM KM UNP juga melakukan aksi sosial ke sejumlah daerah lain di Sumbar, di antaranya Palembayan, Maninjau, dan Bayang Utara. Di wilayah-wilayah tersebut, mahasiswa melakukan peninjauan langsung terhadap dampak banjir dan longsor yang merusak rumah warga, akses jalan, serta fasilitas umum.
Dalam setiap kunjungan, Tim BEM KM UNP tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga melakukan pendataan kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari bahan pangan, perlengkapan bayi, obat-obatan, hingga kebutuhan pendukung pemulihan pascabencana. Data tersebut menjadi dasar perencanaan aksi lanjutan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Kami berupaya agar kehadiran mahasiswa tidak bersifat seremonial. Kami turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya, mendengar keluhan warga, dan memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terabaikan,” kata Adli.
BEM KM UNP juga mengajak seluruh elemen kampus dan masyarakat untuk terus bergotong royong membantu korban bencana, baik melalui donasi, keterlibatan sebagai relawan, maupun dukungan moral. Menurut BEM KM UNP, kolaborasi lintas elemen menjadi kunci percepatan pemulihan masyarakat terdampak. Melalui aksi sosial yang berkelanjutan ini, BEM KM UNP menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat Sumbar, khususnya di Kota Padang, sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai solidaritas, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada korban bencana. (*)





