DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID–Sebelas bulan yang lalu, tepatnya 20 Februari 2025, Annisa Suci Ramadhani dan Leli Arni dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Sepulangnya dari Retreat, belum sempat bertatap muka dengan aparatur nya dan masyarakat, ia dihadapkan dengan banjir yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Dharmasraya.
Begitu pula dari kondisi keuangan daerah, juga sangat sulit, pasalnya pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran, bahkan ketika bupati perempuan pertama di Sumbar itu menjadi orang nomor satu, anggaran ke PU an di APBD Dharmasraya adalah nol.
Namun kondisi itu tidak dijadikan anak mantan bupati pertama Dharmasraya H Marlon Martua Dt Rangkayo Mulai itu untuk bersembunyi kepada masyarakat, kecerdasan alumni Columbia University itu digunakan untuk memutar otaknya bagaimana agar anggaran yang ada di Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Pusat dapat dibawanya untuk mengisi kekurangan dan bahkan kekosongan itu.
Berawal dengan bersilaturahmi didaerah dengan berbagai kalangan, mulai dari OPD sampai wali nagari, Pemerintah Provinsi Sumbar, bahkan anggota DPRD dan DPR RI digandengnya bukan hanya untuk mengucurkan dana yang ada pada APBD Provinsi itu saja tetapi untuk dibawanya menghadap ke kementerian.
Pada Maret, hanya beberapa hari setelah pelantikan, tujuh agenda penting ia lahap, ia langsung pergi mendatangi Balai Wilayah Sungai untuk melakukan normalisasi aliran sungai agar tidak terjadi lagi banjir seperti Batang Timpeh sebagai tempat langganan banjir.
Untuk TA 2026 mendatang, jalan provinsi yang sudah rusak berat di Dharmasraya akan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp4,6 miliar.
“Beberapa ruas jalan yang ada di Dharmasraya seperti Simpang Sikabau sampai perbatasan Kabupaten Tebo, sudah mengalami rusak berat akan segera diperbaiki,” ucap Bupati Annisa.
Pada Aprilnya Bupati Annisa didampingi oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade mendatangi Dirut Telkomsel agar dapat membangun tower pada wilayah Blankspot, dan tidak lama kemudian tim survei tiba di Dharmasraya dan saat ini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Sembilan Koto dan Asam Jujuhan.
Ia juga mendatangi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), agar pihak bisa memperbaiki jalan nasional yang sudah rusak parah agar jalur transportasi berjalan lancar dan meminimalisir terjadinya kecelakaan.
Selain itu Bupati Annisa juga mengusulkan untuk peningkatan jalan nasional menjadi dua jalur (Dual Carriageway) dibeberapa titik keramaian yaitu Sikabau, Gunung Medan, Sungai Dareh, KM 3 sampai KM 6 Pulau Punjung.
Begitu pula dana Rp200 miliar juga ia gaet dari pemerintah pusat untuk membangun Sekolah Rakyat di Pulau Punjung. Awal tahun ini proyek besar itu akan segera dimulai pengerjaannya.
Tidak kalah pentingnya untuk Pertanian, ia juga bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade mendatangi Menteri PU untuk dapat mengucurkan dana ke Daerah Irigasi (DI), akhirnya Kementrian PU mengucurkan dana sebesar Rp25,5 miliar untuk delapan DI di Kabupaten Dharmasraya.
Selain itu, Bupati Annisa Suci Ramadhani, menggagas program One Village One Product (OVOP) sebagai langkah strategis dalam mengembangkan ekonomi berbasis nagari.
Di penghujung tahun anggaran, pembangunan fisik terutama infrastruktur jalan tetap bisa dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp6,6 milyar untuk memperbaiki jalan kabupaten yang sudah rusak parah.
Jalan Pulau – Panyubarangan sudah mulus, Simpang Gunung Medan menuju Sitiung lama, Simpang Microwave menuju Blok A Sitiung juga sudah mulus, Simpang Blok E menuju Sipangkur sudah menghitam. (*)





