UTAMA

Sepanjang Tahun 2025, BMKG Catat 1.273 Gempabumi Terjadi di Sumbar

1
×

Sepanjang Tahun 2025, BMKG Catat 1.273 Gempabumi Terjadi di Sumbar

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Padang Panjang mencatat sepanjang tahun 2025 terjadi 1.273 kali gempabumi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Gempabumi terbanyak terjadi pada Oktober 179 kali gempa.

“Gempabumi tersebut terjadi akibat aktifitas di zona subduksi dan sesar Sumatera,” tulis BMKG dalam unggahan di akun Instagram resminya, Senin (5/1/2026).

Dirinci, sepanjang 2025, aktifitas kegempaan didominasi oleh gempa kecil di bawah magnitudo 3 (M<3) dengan 801 kejadian. Menandakan sistem tektonik yang terus aktif.

Kemudian gempabumi menengah di atas magnitudo 3 sampai 3,5 (3< M<5) tercatat 460 kejadian. Sementara gempabumi kuat magnitudo 5 (M>5) relatif jarang, hanya 12 kejadian.

Baca Juga  BMKG Perkirakan Cuaca di Istana Merdeka Jakarta Cerah Berawan hingga 17 Agustus

“Berdasarkan kedalaman sumber gempa, sebanyak 696 gempa merupakan gempa dangkal (h<60), 72 gempa merupakan gempa menengah (60300) dan hanya 2 (dua) gempa merupakan gempa dengan kedalaman lebih dari 300 Km,” rinci BMKG.

Seterusnya, 48 kali gempabumi dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah dengan intensitas II-IV MMI (Getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Jendela, pintu, atau dinding berbunyi, red).

“Bulan Desember 2025 paling sering merasakan gempa, salah satunya yang menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa rumah warga di kabupaten Agam, Sumbar,” ungkap BMKG.

Baca Juga  Warga Luki Helat Alek Nagari Luki di Indarung I

Terakhir disebutkan, 1.273 kali gempabumi sepanjang tahun 2025 di wilayah Sumbar, mencerminkan dinamika tektonik yang terus aktif di zona subduksi dan sesar Sumatera.

“Tetap waspada, karena kesiapsiagaan dimulai dari informasi yang benar. Ikuti terus akun resmi kami untuk mendapatkan informasi terpercaya seputar BMKG di wilayah Sumbar,” tutup BMKG. (*)