KAMPUS

Bawa Inovasi dari Kampus ke Sekolah, Ary Kiswanto Kenedi Diseminasikan Model Pembelajaran Baru di Sumbar

1
×

Bawa Inovasi dari Kampus ke Sekolah, Ary Kiswanto Kenedi Diseminasikan Model Pembelajaran Baru di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Ary

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID – Inovasi dalam dunia pendidikan kembali hadir dari tangan seorang putra daerah, Ary Kiswanto Kenedi, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang berasal dari Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Melalui riset disertasinya, Ary mengembangkan sebuah pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, yaitu Model Flipped Classroom Berbasis Learning Trajectory, yang kini mulai ia diseminasikan kepada para guru sekolah dasar di beberapa wilayah Sumatera Barat.

Sebagai bagian dari proses implementasi model tersebut, Ary menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi para guru sekolah dasar yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan ABTB Kota Bukittinggi, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar, dan Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan model pembelajaran baru, tetapi juga membekali para guru dengan keterampilan untuk menerapkannya secara langsung di kelas masing-masing.

Baca Juga  Mentawai Gelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi saya sebagai peneliti sekaligus praktisi pendidikan yang ingin menghadirkan pembelajaran yang relevan, berbasis teknologi, namun tetap berpijak pada konteks sosial dan kebutuhan belajar siswa sekolah dasar,” ujar Ary saat membuka kegiatan pelatihan.

Model Flipped Classroom Berbasis Learning Trajectory yang dikembangkan Ary berangkat dari integrasi tiga teori pembelajaran utama, yakni Teori Konstruktivistik, Situated Learning, dan Teori Sibernetik.

Model ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasi siswa, dengan cara membalik proses belajar tradisional, siswa terlebih dahulu mempelajari materi melalui video pembelajaran dan bahan ajar digital di rumah, lalu menguatkannya di kelas melalui diskusi, praktik proyek dan interaksi kolaboratif.

Baca Juga  Peringati HUT 1 Tahun, IKB Alumni UBH Kota Arang Santuni Anak Yatim di Sawahlunto

Pelaksanaan model ini dibagi dalam delapan tahap pembelajaran, yang memadukan kegiatan asynchronous dan synchronous secara sistematis, mulai dari orientasi belajar, penyamaan persepsi, pemecahan masalah, hingga pelaksanaan dan komunikasi hasil proyek.