Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
PESISIR SELATAN

Jembatan Akses Ngalau Gadang Bayang Utara Segera Dibangun

2
×

Jembatan Akses Ngalau Gadang Bayang Utara Segera Dibangun

Sebarkan artikel ini
Jembatan Akses Ngalau Gadang Bayang Utara Segera Dibangun. IST

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Harapan masyarakat Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), untuk keluar dari keterisolasian mulai menemukan titik terang. Pemerintah daerah memastikan pembangunan kembali jembatan Limau-limau menuju Ngalau Gadang segera direalisasikan.

Pada Senin (5/1/2026), tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan bersama seorang ahli jembatan kembali melakukan survei lapangan di lokasi jembatan yang putus akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor, 27 November 2025 lalu. Survei tersebut turut didampingi Anggota DPRD Pesisir Selatan Zulfian Apriyanto, Sekretaris Camat Bayang Utara, Wali Nagari Limau Gadang, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Dari hasil survei dan diskusi teknis, disimpulkan tiga alternatif pembukaan akses menuju Ngalau Gadang, yakni pembangunan gorong-gorong baja tipe Aramco berdiameter lima meter, jembatan Bailey, dan jembatan gelagar besi tipe IWF. Berdasarkan kajian teknis dan kondisi medan, opsi jembatan Bailey dan jembatan gelagar besi IWF dinilai paling memungkinkan dan aman untuk segera dibangun.

Anggota DPRD Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut tidak boleh lagi ditunda karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Baca Juga  Pessel Siap Gelar Festival Literasi Daerah 5–6 November 2025

“Kondisi Ngalau Gadang ini sudah lebih dari 40 hari terisolasi. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat benar-benar terganggu. Ini situasi darurat, maka dari itu pemerintah harus bergerak cepat dan tidak boleh berlama-lama pada proses administratif,” ujar Novermal pada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Ia juga menyatakan bahwa DPRD siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi penganggaran maupun pengawasan, agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan.

“Kami di DPRD, khususnya Fraksi PAN, mendorong penggunaan dana BTT maupun skema CSR perusahaan agar pembangunan jembatan ini bisa segera dilaksanakan. Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu sementara risiko keselamatan terus mengancam,” katanya.

Sementara itu, hasil koordinasi antara tim teknis dengan Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan menyepakati dua opsi utama pembangunan jembatan. Bersama Dandim, pemerintah daerah akan kembali mengupayakan bantuan jembatan Bailey dari pemerintah pusat. Di sisi lain, Sekda juga menyiapkan alternatif pembangunan jembatan gelagar besi IWF dengan pembiayaan dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dukungan CSR.

Seperti diketahui, Ngalau Gadang merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025. Sebanyak 10 unit rumah dilaporkan hanyut dan tertimbun longsor, sementara 13 unit rumah lainnya terancam longsor susulan. Selain itu, 120 rumah warga terisolasi, termasuk fasilitas vital seperti TK, SD, dan Puskesmas Pembantu.

Baca Juga  Ini Sosok Syafrizal Ucok, Tokoh Segudang Pengalaman yang Siap Maju Pilkada Pessel

Putusnya jembatan Limau-limau, tertimbunnya akses jalan dari Pancuang Taba, serta tiga titik longsor di kawasan Ngalau Gadang menyebabkan wilayah tersebut terisolasi total. Hingga kini, warga bersama prajurit TNI AD baru mampu membangun jembatan darurat yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Jalur jalan yang dibersihkan secara manual pun masih ekstrem dan rawan kecelakaan. Alat berat belum dapat masuk ke lokasi karena medan berat di sekitar jembatan yang putus.

Pemerintah daerah bersama DPRD menilai pembangunan jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat merupakan kebutuhan mendesak. Jika tidak segera direalisasikan, keterbatasan akses dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi sosial, pendidikan, dan perekonomian 678 jiwa penduduk Ngalau Gadang. Percepatan pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. (*)