DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID- Inovasi Kartu Digital Sungai Rumbai Sehat untuk Eradikasi Stunting (KARDI SARAS) milik Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berhasil menembus tingkat nasional setelah meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovation (OPSI) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Capaian tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Dharmasraya ke-22 yang mengusung semangat inovasi sebagai penggerak utama peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
baca juga : Fenomena Sinkhole, MUI Sumbar Wanti-Wanti Jauhi Kesyirikan
Atas keberhasilan itu, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, di Pulau Punjung Jum’at, (8/1/2026), menyampaikan apresiasi kepada jajaran pelayanan kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan inovasi KARDI SARAS.
Kardi Saras Milik Pemkab Dharmasraya
Annisa menilai KARDI SARAS merupakan inovasi pelayanan publik yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat dan mampu menjawab tantangan penanganan stunting secara terintegrasi.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital berbasis QR Code dalam KARDI SARAS memperkuat literasi gizi keluarga, pemantauan tumbuh kembang balita, serta pendampingan pola asuh secara berkelanjutan.
Aplikasi KARDI SARAS ini juga mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati Leli Arni, Penjabat Sekda Drs. Jasman Dt Bandaro Bendang, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Hj. Yosta Defina dan Kepala UPT Puskesmas Sungai Rumbai Hj. Yulmiana Dwi, sehingga inovasi dapat diimplementasikan secara konsisten di tingkat layanan dasar.
Annisa menegaskan bahwa capaian penghargaan tingkat nasional tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Dalam kesempatan itu, Annisa juga mengapresiasi inovator KARDI SARAS, dr. Abdurrahman dari UPT Puskesmas Sungai Rumbai, yang dinilai berhasil menghadirkan solusi konkret dan aplikatif dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Bupati Dharmasraya itu menekankan bahwa semangat inovasi yang digaungkan pada peringatan HUT Kabupaten Dharmasraya ke-22 harus diterjemahkan dalam kerja nyata oleh setiap ASN dan unit kerja.
Annisa mendorong seluruh ASN dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk terus mengembangkan inovasi guna memudahkan pelayanan publik dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Menurut Annisa, inovasi harus menjadi budaya kerja birokrasi agar pelayanan publik semakin cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Penghargaan OPSI KIPP 2025 diserahkan pada kegiatan Peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Triwulan IV dan Pemberian Penghargaan OPSI KIPP 2025 yang berlangsung di Jakarta beberapa hari lalu.
Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu dari 24 pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima apresiasi atas inovasi pelayanan publik yang dinilai berdampak, berkelanjutan, dan dapat direplikasi.
Selain menerima penghargaan, delegasi Kabupaten Dharmasraya juga mengikuti kegiatan Diseminasi Praktik Baik Pelayanan Publik Tahun 2025 sebagai forum berbagi pengalaman dan penguatan kebijakan inovasi pelayanan publik antar daerah. (*)





