Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
PADANG PANJANG

Rencana Pembangunan Monumen Galodo Sumatera di Padang Panjang Dimatangkan

4
×

Rencana Pembangunan Monumen Galodo Sumatera di Padang Panjang Dimatangkan

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID– Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Sumbar–Riau mulai mematangkan rencana pembangunan Monumen Galodo Sumatera. Tugu peringatan bencana tersebut diproyeksikan berlokasi di kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.

Kepastian lokasi ini ditandai dengan peninjauan lapangan yang dilakukan jajaran Pemko Padang Panjang dan pengurus HBT, Jumat (9/1). Jembatan Kembar dipilih karena dinilai strategis sebagai jalur perlintasan utama yang mudah diakses masyarakat untuk kebutuhan edukasi dan refleksi kebencanaan.

Ketua HBT Sumbar–Riau, Andreas Sofiandi, menjelaskan bahwa monumen ini dirancang sebagai bentuk penghormatan bagi korban bencana galodo (banjir bandang) di wilayah Sumatera. Sesuai rencana awal, monumen akan mencantumkan nama-nama korban dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga  Rayakan Hari Anak Nasional, Forum Anak Gelar Sejumlah Kegiatan

“Monumen ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana. Namun, kami tetap menyiapkan opsi penyesuaian jika ada kendala teknis, kemungkinan fokus pada korban di Sumatera Barat,” ujar Andreas.

Selain tugu, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi dengan fasilitas musala. Andreas yang sebelumnya sukses menginisiasi Tugu Gempa 2009 dan monumen tsunami di NTT serta Palu ini menargetkan proyek tersebut rampung dan diresmikan tepat satu tahun pascabencana.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menyampaikan apresiasi atas inisiatif HBT yang memilih daerahnya sebagai lokasi pembangunan. Ia berharap kehadiran monumen tersebut tidak hanya menjadi simbol empati, tetapi juga sarana edukasi mitigasi bencana.

Baca Juga  Selama Januari Tercatat 1.216 Kunjungan di MPP Padang Panjang

“Kami berharap tempat ini menjadi ruang refleksi dan doa bagi keluarga korban, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa depan,” kata Hendri.

Dukungan serupa datang dari anggota DPR RI, Shadiq Pasadigoe, yang turut hadir dalam peninjauan tersebut. Shadiq berkomitmen mengomunikasikan rencana ini dengan pihak-pihak terkait agar realisasinya berjalan lancar.
“Konsep yang menyatukan monumen dengan fasilitas ibadah ini sangat baik karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang melintas,” tuturnya.

Hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Wali Kota Allex Saputra, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta aparatur kecamatan dan kelurahan setempat. (*)