PASAMAN, HARIANHALUAN.ID.— Kasus dugaan penganiayaan terhadap Nenek Saudah (70), warga Rao, Kabupaten Pasaman, yang sempat menyita perhatian publik luas karena skala kekejian dan kebrutalannya terhadap kemanusiaan
kini memasuki babak baru.
Kepolisian dikabarkan telah mengamankan satu orang terduga pelaku dalam perkara yang memicu gelombang empati sekaligus kemarahan warganet tersebut.
Penangkapan ini disampaikan aparat kepolisian sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih terus berjalan. Namun demikian, langkah tersebut belum sepenuhnya meredam sorotan publik. Di ruang digital, khususnya media sosial, justru muncul berbagai spekulasi dan kecurigaan terkait penanganan kasus ini.
Sejumlah netizen menilai penetapan satu orang pelaku belum menjawab rasa keadilan, dan menduga masih ada pihak-pihak lain yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban hukum. Dugaan tersebut ramai disuarakan di kolom komentar unggahan akun Instagram anggota DPR RI Andre Rosiade, yang sebelumnya turut menyoroti kasus ini.
Dalam berbagai komentar warganet, muncul tudingan bahwa pelaku yang ditangkap berpotensi hanya menjadi “tumbal”, sementara pihak lain yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas tambang ilegal di wilayah Rao—mulai dari pemodal, pemilik alat berat, hingga pendukung operasional tambang—belum tersentuh hukum.
Bahkan, sebagian netizen mengaitkan nama-nama tersebut dengan relasi kekuasaan lokal, termasuk dugaan hubungan khusus dengan Bupati Pasaman, Welly Suheri.
“Yg punyo Bupati lai talok bapak tangkok?,” tulis salah satu akun di kolom komentar Instagram Andre Rosiade yang diunggah Minggu (11/1/2026) ini
Sementara akun lainnya berkomentar dengan nada yang lebih getir namun mengandung pesan harapan akan dibongkarnya seluruh jaringan pemain tambang di wilayah Rao dan Kabupaten Pasaman khususnya.
“hrs tuntas pak,, Jang sampai msyrkt kmpuang biaso j Nn jd kambiang hitam ny hrs jaleh hitam Putiah ny,, logika bodoh wk se ndk mngkin rakyat biaso brni kiajo ilegal tnpa ad bekingan,, Nn kami nio bekingan t Nn sasaran utamo. klo skdr rkyt (pekerja) Nn pak tngkok brti apak cuma mncri Namo,. tp KMI pcyoan k apak @andre_rosiade sbgai wakil kami agiah menyala ciek lu,” tulisnya
Lalu ada juga yang meminta Andre Rosiade segera membawa kasus ini ke level yang lebih serius dengan memintai keterangan langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo





