PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Di tengah geliat UMKM kuliner di Kabupaten Padang Pariaman, Pisang Kembung Ratu Jajanan hadir sebagai salah satu usaha jajanan kekinian yang berhasil mencuri perhatian masyarakat. Berlokasi di sebelah kiri SPBU Toboh, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, usaha ini menyajikan olahan pisang goreng yang dipadukan dengan beragam topping manis dan kekinian.
Pisang kembung merupakan jajanan berbahan dasar pisang yang diolah hingga mengembang, kemudian diberi aneka topping seperti cokelat, keju, tiramisu, hingga varian modern lainnya. Tekstur renyah di luar dan lembut di dalam menjadi ciri khas yang membuat jajanan ini digemari berbagai kalangan.
Usaha ini berdiri sejak 15 Januari 2025, dirintis oleh Nisya, seorang generasi Z yang baru kembali dari perantauan. Setelah ayahnya meninggal dunia pada 26 Desember 2025, Nisya memilih untuk sementara menetap di kampung halaman dan mulai memikirkan usaha yang bisa dijalankan secara mandiri.
“Waktu itu saya pulang ke kampung dan sempat bingung mau jualan apa. Tapi saya berpikir harus tetap bergerak dan mencoba usaha sendiri,” ujar Nisya.
Berbekal pengalaman bekerja dan melihat peluang usaha selama merantau di Jakarta, Nisya akhirnya memilih membuka usaha pisang kembung. Pada awalnya, dagangan tersebut hanya dikenal oleh tetangga sekitar rumah, dengan penjualan yang masih terbatas.
“Awalnya yang beli cuma orang-orang dekat rumah. Pelan-pelan saya coba promosi lewat media sosial,” katanya.
Perkembangan signifikan terjadi ketika salah satu konten promosi di akun TikTok Ratu Jajanan berhasil masuk For You Page (FYP). Unggahan sederhana tersebut mencatatkan 141,5 ribu jam tayang dan membuat usaha pisang kembung ini dikenal lebih luas oleh warganet.
“Tidak menyangka videonya bisa ramai. Dari situ pembeli mulai datang dari berbagai arah,” ungkap Nisya.
Seiring meningkatnya permintaan, usaha ini kini dijalankan bersama sang ibunda yang mengelola kegiatan produksi dan penjualan harian. Sementara itu, Nisya tetap berperan aktif dalam promosi dan pengelolaan media sosial.
“Sekarang usaha ini dijalankan bersama ibu. Saya membantu dari sisi promosi agar tetap dikenal,” tambahnya.
Dari sisi produk, Pisang Kembung Ratu Jajanan menawarkan beragam varian rasa, mulai dari original, cokelat, tiramisu, taro, stroberi, hingga greentea, serta kombinasi dengan keju dan topping populer lainnya. Produk dijual dalam kemasan box ukuran kecil, sedang, dan besar dengan harga yang terjangkau.
Ke depan, Nisya juga memiliki rencana untuk mengembangkan usahanya dengan membuka Ratu Caffe sebagai bagian dari perluasan usaha. “Mudah-mudahan ke depan bisa berkembang dan membuka kafe sendiri,” harapnya.
Kisah Pisang Kembung Ratu Jajanan menjadi gambaran bagaimana UMKM dapat tumbuh dari keterbatasan, bertahan melalui dukungan keluarga, dan berkembang lewat pemanfaatan media sosial. Dari kampung di Padang Pariaman, usaha ini perlahan melangkah menuju peluang yang lebih luas. (*)





