PADANG, HARIANHALUAN.ID — Di tengah persaingan dunia kampus yang semakin dinamis, mahasiswa tak lagi cukup hanya unggul di ruang akademik. Kepemimpinan, jejaring, dan kontribusi sosial kini menjadi nilai tambah yang kian relevan. Gambaran itu tercermin dari kiprah Muhammad Adli, mahasiswa Universitas Negeri Padang yang konsisten menorehkan prestasi sekaligus aktif memimpin gerakan mahasiswa hingga tingkat nasional.
Muhammad Adli merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan UNP. Pada periode 2025–2026, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Presiden Mahasiswa BEM KM UNP. Peran tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur sentral dalam dinamika kebijakan dan aspirasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Ketertarikan Adli pada dunia teknologi, pendidikan, dan kepemimpinan telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah menengah. Baginya, teknologi bukan sekadar alat pendukung pembelajaran, melainkan sarana strategis untuk mendorong perubahan.
“Teknologi adalah medium untuk menciptakan dampak nyata di era masyarakat 5.0, khususnya dalam dunia pendidikan,” ujar Adli.
Selama menjadi mahasiswa, aktivitas Adli terbilang padat dan produktif. Ia pernah dipercaya sebagai Asisten Dosen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, terlibat sebagai Networking Technician Laboratorium, serta menjadi Mentor Kewirausahaan pada 2024. Peran-peran tersebut memperkaya pengalamannya, baik di bidang akademik maupun pengembangan sumber daya mahasiswa.
Di ranah organisasi, rekam jejak Adli juga cukup panjang. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kebijakan Daerah BEM KM UNP sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden Mahasiswa. Tak hanya di tingkat kampus, Adli aktif dalam gerakan mahasiswa regional dan nasional sebagai Koordinator Wilayah Sumatera Bagian Utara Aliansi BEM Seluruh Indonesia serta Koordinator Isu Pendidikan BEM Sumatera Barat.
“Organisasi mengajarkan saya tentang tanggung jawab, keberanian bersikap, dan pentingnya kerja kolektif untuk kepentingan bersama,” katanya.
Prestasi Adli telah dirintis sejak masa sekolah. Saat SMK, ia meraih Juara Umum sebanyak lima kali dan menembus Top 10 Olimpiade Jaringan APJII tingkat nasional. Di perguruan tinggi, ia meraih Juara Terbaik I Lomba Esai Nasional, menjadi finalis kompetisi esai internasional di University Putra Malaysia, serta penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS.
Dalam perjalanan hidupnya, Adli mengaku terinspirasi oleh sosok B. J. Habibie. Ia mengagumi Habibie sebagai figur yang mampu memadukan kecerdasan, inovasi, dan pengabdian kepada bangsa.
Ke depan, Adli berharap dapat terus berkarya di bidang teknologi, pendidikan, dan kepemimpinan. Dengan motto hidup Never Go Home Before Success, ia berkomitmen menjadikan pengalaman organisasinya sebagai bekal untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan Indonesia.(*)





