PADANG, HARIANHALUAN.ID – NVIDIA mendukung penguatan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi mutakhir di pendidikan vokasi melalui gelaran “RTX AI PC Day” yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Padang (PNP), dari Senin (12/1/2026) hingga Selasa (13/1/2026).
RTX AI PC Day adalah kegiatan literasi digital yang berisi pameran dan expo kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dilaksanakan NVIDIA pada awal tahun 2026. Di PNP, kegiatan ini diselenggarakan berkolaborasi denganJBros Computer.
Melalui kegiatan ini, perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat tersebut berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar teknologi AI kepada sekitar 2.000 pelajar SMP, SMA/SMK, serta mahasiswa Politeknik Negeri Padang.
“Kami menghadirkan pendekatan yang praktis dan aplikatif untuk menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan dalam mempercepat proses pembelajaran, riset, dan inovasi di perguruan tinggi. Selain itu, AI juga dapat menjadi alat nyata bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam menciptakan karya kreatif, inovatif, serta solusi terapan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Country Consumer Business Lead Indonesia NVIDIA, Adrian Lesmono.
Salah satu terobosan yang diperkenalkan NVIDIA adalah teknologi AI lokal (AI Local) pada GeForce RTX 50 Series yang dapat diakses dan digunakan tanpa memerlukan koneksi internet.
Menurut Adrian, keunggulan AI lokal NVIDIA terletak pada aspek keamanan dan privasi data. Seluruh data interaksi AI diproses dan disimpan langsung di perangkat pengguna, berbeda dengan solusi AI berbasis cloud yang berpotensi menimbulkan risiko kebocoran data.
Ia menjelaskan, sejak 2018 NVIDIA telah menghadirkan berbagai solusi AI untuk kebutuhan gim daring, kreator konten, broadcasting, dan streaming. Seiring perkembangan teknologi, kemampuan AI tersebut semakin canggih dan powerful.
Namun demikian, perkembangan AI juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait privasi data. Banyaknya solusi AI berbasis cloud dinilai memiliki potensi risiko kebocoran informasi. Menjawab tantangan tersebut, NVIDIA menghadirkan inovasi melalui GeForce RTX 50 Series dengan pendekatan AI lokal.
“AI lokal kami harapkan dapat mendorong pengguna, khususnya mahasiswa dan akademisi, untuk menciptakan solusi yang mampu menjawab persoalan sosial yang dihadapi pasar saat ini maupun di masa depan, tanpa khawatir data yang dimiliki bocor ke ruang publik,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur PNP, Revalin Herdianto, menyambut positif kehadiran NVIDIA dan JBros Computer di kampus tersebut. Ia menegaskan bahwa PNP merupakan institusi pendidikan yang terbuka terhadap kolaborasi dan perkembangan teknologi.
“Inti dari pendidikan vokasi adalah menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, materi yang diajarkan di kampus harus relevan dengan perkembangan industri saat ini,” ujar Revalin.
Ia menambahkan, PNP telah menetapkan literasi digital sebagai standar kemampuan wajib bagi seluruh mahasiswa. Selain itu, AI juga diintegrasikan bukan hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai solusi menyeluruh dalam ekosistem teknologi modern.
“Kami telah memanfaatkan kemajuan digital dan AI, khususnya melalui program studi animasi, untuk mendokumentasikan serta melestarikan kekayaan budaya Minangkabau agar tetap relevan di masa depan,” katanya.
Ia berharap ke depan kerja sama antara PNP dan NVIDIA dapat terus berlanjut, sehingga PNP semakin dikenal sebagai kampus yang terbuka terhadap industri, perubahan, dan inovasi teknologi. (*)





