NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 15 Januari 2026

1
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 15 Januari 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi kebencanaan di Tanah Air berdasarkan hasil pemantauan Pusdalops BNPB selama 24 jam terakhir, terhitung sejak Rabu (14/1) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (15/1) pukul 07.00 WIB.

Kejadian bencana baru dilaporkan terjadi di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (14/1), berupa banjir bandang dan tanah longsor. Peristiwa ini berdampak pada sekitar 2.720 kepala keluarga.

Kondisi mutakhir menunjukkan genangan air di sejumlah wilayah mulai berangsur surut, sementara pemerintah daerah masih memproses penetapan status darurat dan melakukan penanganan awal di lapangan.

BNPB melakukan pendampingan untuk memastikan pelaksanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan layanan dasar pengungsi dapat terpenuhi dengan baik. BNPB juga mengirimkan sembako sebanyak 100 paket, terpal 100 lembar, Sandbag 500 pcs serta peralatan kebersihan sebanyak 100 paket.

Bencana banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, pada Rabu (14/1). Kejadian ini berdampak pada sekitar 706 kepala keluarga dan menyebabkan enam unit rumah mengalami rusak berat.

Hingga saat ini, genangan air mulai surut dan jembatan yang sempat rusak telah diperbaiki secara darurat. Masyarakat mulai melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri, meskipun kondisi masih fluktuatif mengikuti perkembangan cuaca.

Sementara itu, sejumlah kejadian bencana di berbagai daerah masih dalam tahap pengkinian data dan penanganan lanjutan. Di Provinsi Aceh, banjir yang melanda Kota Lhokseumawe sejak akhir Desember 2025 masih berdampak hingga Rabu (14/1).

Baca Juga  Polri Usul Tambahan Anggaran Rp 63,7 Triliun untuk 2026, Fokus ke Kinerja dan Penguatan Wilayah Perbatasan

Peristiwa ini berdampak pada sekitar 26.122 kepala keluarga atau 100.519 jiwa, dengan lima korban meninggal dunia. Saat ini, wilayah tersebut berada dalam status Transisi Darurat, dengan upaya pemulihan melalui pembangunan 67 unit hunian sementara, penyaluran dana tunggu hunian tahap pertama kepada 74 kepala keluarga, serta pembangunan 10 unit sumur bor.

Di Kabupaten Aceh Utara, banjir yang terjadi sejak Jumat (10/1) berdampak pada sekitar 124.549 kepala keluarga atau 433.064 jiwa. Status Tanggap Darurat masih berlaku hingga 24 Januari 2026.

Penanganan difokuskan pada pembersihan fasilitas umum dan sosial, pembangunan 815 unit hunian sementara, serta pembangunan 10 unit sumur bor, dengan pendampingan dari tim gabungan BNPB.

Banjir dengan dampak signifikan juga masih terjadi di Kabupaten Aceh Timur sejak Minggu (5/1). Peristiwa ini mengakibatkan 58 korban meninggal dunia dan berdampak pada lebih dari 290 ribu jiwa.

Hingga kini, koordinasi penilaian risiko lahan relokasi untuk pembangunan hunian sementara terus dilakukan bersama instansi teknis terkait.

Di Provinsi Banten, banjir yang melanda Kabupaten Pandeglang sejak Desember 2025 masih menggenangi sejumlah wilayah hingga Rabu (14/1). Peristiwa ini berdampak pada 7.768 kepala keluarga atau 29.570 jiwa, dengan tinggi muka air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Status Siaga Darurat Provinsi masih diberlakukan.

Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Selatan, banjir yang melanda Kabupaten Banjar sejak awal Januari 2026 masih berdampak hingga Rabu (14/1).

Baca Juga  Waspada Penipuan Digital, Taspen Imbau Pensiunan Jangan Terkecoh

Peristiwa ini memengaruhi lebih dari 120 ribu jiwa. Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut, namun pemantauan dan penanganan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Di wilayah timur Indonesia, banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, yang terjadi pada pertengahan Januari 2026, menyebabkan dua korban meninggal dunia, ratusan rumah rusak, serta terputusnya akses jalan kabupaten akibat longsor. Saat ini, jaringan listrik dan telekomunikasi telah kembali normal, sementara distribusi logistik ke wilayah yang masih terisolir dilakukan melalui jalur laut.

Upaya yang dilakukan oleh Tim TRC BPBD Kabupaten Halmahera Barat, BPBD Provinsi Maluku Utara, TNI, POLRI, dan Basarnas, serta para relawan yang sudah tiba dari berbagai komunitas dan organisasi untuk memaksimalkan pendistribusikan logistik di desa yang terdampak bencana.

BNPB melalui Direktorat Pengelolaan Strategi Penanggulangan Bencana memberikan pendampingan distribusi bantuan logistik dan peralatan kepada Camat Sahu Timur di Posko Siaga Bencana Desa Gamomeng, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, serta melakukan peninjauan lokasi terdampak.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. (*)