NASIONAL

FJPI Aceh Buka Donasi untuk Penyintas Banjir dan Longsor

0
×

FJPI Aceh Buka Donasi untuk Penyintas Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini

ACEH, HARIANHALUAN.ID — Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Aceh membuka donasi sekaligus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah di Aceh.

Donasi masih terus dibuka mengingat kebutuhan penyintas bencana yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Ketua FJPI Aceh, Saniah LS, mengatakan uluran tangan masyarakat masih sangat dibutuhkan oleh para penyintas.

Keterlibatan FJPI Aceh dalam aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian jurnalis perempuan, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
“Kami merasa bertanggung jawab untuk membantu, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga dengan membuka donasi sebagai perpanjangan tangan dari masyarakat,” ujar Saniah, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 31 Juli 2025

FJPI Aceh akan menyalurkan bantuan donasi keempat yang dijadwalkan berangkat ke lokasi terdampak pada Sabtu (17/1/2026).
Penyaluran bantuan difokuskan di Desa Paya Rebo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Selain bantuan logistik, FJPI Aceh juga akan menggelar pemeriksaan kesehatan bagi lansia serta layanan psikososial bagi anak-anak, bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat.

Saniah menyebutkan, warga penyintas dari beberapa desa terdampak masih menghadapi kesulitan pascabencana, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga sumber penghidupan.

Di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, sebagian warga masih mengungsi di posko dan tenda darurat yang didirikan di halaman rumah yang hanyut diterjang banjir.

Baca Juga  Tim Gabungan Maksimalkan Distribusi Logistik Melalui Jalur Darat ke Daerah Terdampak di Palembayan

“Sebagian penyintas masih bertahan di posko pengungsian atau tenda, sementara mereka tetap harus bekerja seperti biasa, ada yang berdagang dan ada pula yang menjadi buruh kupas pinang,” ungkapnya.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada 26 November 2025 berdampak pada 18 kabupaten/kota.
Bencana tersebut menyebabkan masyarakat kehilangan anggota keluarga, rumah, harta benda, kebun, ternak, hingga tempat usaha.

Sejak sepekan pascabencana, FJPI Aceh membuka donasi dan menyalurkannya ke sejumlah daerah terdampak, seperti Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Utara, dan Aceh Singkil. (*)