EkBis

BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM untuk Nelayan di Nias Utara

0
×

BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM untuk Nelayan di Nias Utara

Sebarkan artikel ini

NIAS, HARIANHALUAN.ID – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendukung optimalisasi penyediaan dan penyaluran Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT)/BBM Subsidi dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP)/BBM Kompensasi untuk nelayan di wilayah Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyampaikan, sektor perikanan mendominasi pekerjaan penduduk Nias Utara dengan produksi sekitar 16.000 ton pada tahun 2025 dan jumlah nelayan kurang lebih 3.300 penduduk.

Saat ini terdapat 4 penyalur BBM subsidi dan kompensasi di Nias Utara, terdiri dari 1 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan 3 SPBU Kompak. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten Nias Utara mengusulkan dilakukan penambahan SPBU Nelayan.

Beberapa lokasi yang diusulkan untuk dibangun penyalur BBM tersebut ditinjau langsung oleh Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto.

Baca Juga  Percepatan Pemulihan Ketahanan BBM ke Bengkulu, Pertamina Sumbagut Dukung Skema RAE melalui IT Teluk Kabung

“BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga dan Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan evaluasi dan kita mengecek langsung letak geografisnya apakah benar ini sebagai klaster SPBU untuk layanan kepada nelayan,” ujar Wahyudi, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi dan peninjauan lapangan, diketahui lokasi usulan dibangunnya penyalur BBM di Kecamatan Tuhemberua dan Afulu telah masuk dalam rencana pembangunan penyalur BBM Satu Harga, sehingga selain kebutuhan BBM untuk nelayan, pemenuhan kebutuhan BBM bagi sektor pertanian, transportasi darat, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan transportasi air yang menggunakan motor tempel dapat dipenuhi dari SPBU tersebut.

“Di Kecamatan Afulu dan Tuhemberua ini sudah ada perencanaan pembangunan penyalur BBM dengan target beroperasi tahun 2026. Pembangunan penyalur BBM ini akan lebih optimal karena tidak hanya melayani nelayan, tetapi juga konsumen pengguna dari sektor pertanian, transportasi darat, UMKM dan transportasi air yang menggunakan motor tempel. Jadi tidak hanya SPBU Nelayan, agar skala keekonomiannya masuk bagi mitra atau investor. Asas kebermanfaatannya juga lebih besar,” jelasnya.

Baca Juga  Hana Arabian Pusat Perlengkapan Muslim di Padang

Saat ini, jarak antar penyalur BBM dari kecamatan Sitolu Ori ke Kecamatan Lahewa Timur adalah 17 kilometer (KM). Sementara dari Lahewa Timur ke Lahewa jarak antar penyalur BBM adalah 19,2 KM.

“Yang terjauh adalah jarak penyalur BBM dari kecamatan Lahewa ke Kecamatan Alasa, yaitu sejauh 52,5 KM,” urai Wahyudi.

Terkait hal tersebut, Wahyudi mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mempercepat proses perizinan dan administrasi agar penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar, atau Terpencil (3T) ini dapat segera beroperasi sebelumDesember 2026.