UTAMA

Awasi Kendaraan Bermuatan Melebihi Tonase, Bupati Dharmasraya Ajak Warga untuk Pelihara Kondisi Jalan

0
×

Awasi Kendaraan Bermuatan Melebihi Tonase, Bupati Dharmasraya Ajak Warga untuk Pelihara Kondisi Jalan

Sebarkan artikel ini

Keterangan Foto : Satu unit mobil tronton bermuatan puluhan ton melintas di jalan kabupaten di Gunung Medan.maryadi

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID — Jalan yang berstatus jalan Kabupaten Dharmasraya, sebagian besar sudah mulus. Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, mengajak masyarakat untuk menjaga jalan tersebut secara bersama sama.

“Jalan jalan yang sudah mulus, mati kita jaga bersama, kalau ada mobil kelebihan muatan atau Odol, cegah jangan sampai masuk,” ungkap Bupati Annisa, kepada harianhaluan.id, melalui sambungan telepon seluler nya, kemarin.

Ditegaskannya, kalau jalan japan yang sudah bagus tersebut, khususnya jalan kabupaten, tidak dijaga bersama, kemudian jalan tersebut tidak bertahan lama, akhirnya APBD Dharmasraya akan habis untuk itu saja.

Baca Juga  Terkait Kasus Bapenda Sumbar, Publik Menanti Keseriusan Polda

Sementara kata bupati perempuan pertama di Sumbar itu, banyak yang lain yang harus diperbaiki atau dibangun lagi.”Kalau ada mobil Odol lewat di jalan kabupaten, kapan perlu Pemuda mencegahnya, perangkat nagari mencegahnya, kalau nggak lapor Dishub,” imbuhnya.

Masa iya kata anak mantan bupati pertama Dharmasraya itu, mobil tronton bermuatan puluhan ton masuk ke jalan kabupaten, sementara jalan kabupaten hanya bisa dilewati oleh mobil bermuatan 8 ton.

Di sisi lain salah seorang warga Gunung Medan, Angga menyampaikan ucapan terimakasih nya kepada Bupati Annisa yang sudah mencurahkan perhatian untuk Gunung Medan khususnya jalan kabupaten yang membentang dari simpang Gunung Medan sampai Sitiung dan Simpang Microwave menuju Blok A Sitiung 1.

Baca Juga  Alokasi Belanja Pegawai Pemprov Sumbar Sudah Melewati Ambang Batas 30 Persen

Namun ia berharap, pemerintah bisa memasang portal agar mobil mobil melebihi kapasitas tidak melintas di jalan kabupaten. Selain itu bisa jadi tidak adanya rambu rambu lalu lintas dimana menunjukkan bahwa jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang hanya bisa dilewati mobil dengan maksimal kapasitas 8 ton.”Ini salah satu solusi,” tutup Angga.(*)