OLAHRAGA

Pelantikan IPSI Pessel, Wabup Risnaldi Dorong Silat Berprestasi dan Berakar Budaya

24
×

Pelantikan IPSI Pessel, Wabup Risnaldi Dorong Silat Berprestasi dan Berakar Budaya

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menegaskan pentingnya penguatan prestasi olahraga sekaligus pelestarian nilai-nilai budaya melalui pencak silat. Menurutnya, pencak silat bukan hanya cabang olahraga prestasi, tetapi juga warisan budaya yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda.

Penegasan tersebut disampaikan Risnaldi saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan periode 2025–2029 yang digelar di Painan Convention Centre, Sabtu (17/1/2026).

Pelantikan pengurus IPSI Pesisir Selatan itu dihadiri Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus, Wakil Ketua IPSI Sumbar JJ Dt Pintu Langik, Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli, unsur Forkopimda Pesisir Selatan, para kepala SMA sederajat se-Pesisir Selatan, pengurus perguruan silat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Risnaldi menyampaikan salam dari Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas dinas di Jakarta. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, ia menyampaikan harapan agar IPSI Pesisir Selatan terus berkembang dan mampu menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi maupun nasional.

Risnaldi juga mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik, khususnya kepada Muslim Arif yang dipercaya memimpin IPSI Pesisir Selatan. Ia optimistis, dengan kepengurusan baru, IPSI akan semakin solid dan mampu menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga unggulan daerah.

Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat dalam waktu dekat, Risnaldi berharap pencak silat kembali menjadi lumbung medali bagi Pesisir Selatan. Ia mengingatkan bahwa secara historis IPSI Pesisir Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil atlet silat berprestasi di Sumbar.

“Tradisi juara yang sudah lama melekat pada IPSI Pesisir Selatan harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Wabup.

Lebih lanjut, Risnaldi menekankan bahwa dukungan pemerintah daerah bersama KONI tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga pembinaan jangka panjang. Menurutnya, olahraga merupakan pilar penting dalam membentuk generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani, serta memiliki karakter kuat.

Ia juga menyoroti pentingnya pelestarian silat tradisional. Menurut Risnaldi, silat tradisi tidak sekadar olahraga, melainkan warisan budaya yang sarat nilai etika, disiplin, dan jati diri masyarakat Pesisir Selatan. Bahkan saat ini, sektor kebudayaan telah ditempatkan dalam rumpun pengembangan pariwisata daerah.

“Budaya, adat, dan kebiasaan masyarakat adalah kekuatan pariwisata kita. Pencak silat tradisional adalah salah satu aset yang harus terus kita kembangkan bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, menyatakan komitmennya untuk memperkuat pembinaan pencak silat sejak usia dini, terutama melalui dunia pendidikan. Ia menegaskan silat tradisi akan terus dikembangkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.

Menurutnya, pencak silat bukan sekadar ajang adu kekuatan, melainkan sarana pendidikan karakter bagi anak-anak dan remaja.

“Pencak silat bukan soal adu jotos, tetapi seni bela diri yang membentuk karakter, melatih pengendalian diri, serta menanamkan nilai disiplin,” ucap Muslim Arif.

Selain pembinaan karakter, IPSI Pesisir Selatan juga memasang target prestasi. Muslim Arif menyebut pihaknya menargetkan tiga medali emas pada ajang Porprov Sumatera Barat 2026 sebagai langkah awal mengembalikan kejayaan pencak silat Pesisir Selatan.