AGAM, HARIANHALUAN.ID – Korban ke-17 bencana galodo Malalak akhirnya ditemukan setelah lebih dari dua bulan pencarian. Seorang bayi laki-laki ditemukan warga di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Minggu (18/1) kemarin sekitar pukul 10.21 WIB.
Dengan penemuan tersebut, tersisa satu korban lagi yang masih berstatus hilang dari total 18 orang yang dilaporkan terdampak bencana galodo di wilayah tersebut.
Bayi tersebut ditemukan saat warga tengah membersihkan sisa material galodo di lokasi terdampak. Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat dan pemerintah nagari setempat.
Camat Malalak, Ulya Satar, membenarkan bahwa bayi tersebut merupakan salah satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Ia menyebutkan korban bernama Afnan tercatat dalam daftar korban hilang pascabencana.
“Korban ini sebelumnya dinyatakan hilang sejak kejadian galodo. Dengan penemuan hari ini, total korban yang telah ditemukan menjadi 17 orang,” kata Ulya.
Jenazah korban dievakuasi oleh petugas dengan bantuan warga dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Pada hari yang sama, jenazah Afnan dimakamkan di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur.
Sementara itu, satu korban lainnya yang masih belum ditemukan adalah Yar (49), seorang perempuan.
Meski operasi pencarian resmi telah dihentikan sejak 22 Desember 2025, warga setempat masih melakukan pencarian secara terbatas dan insidental.
Warga berharap korban terakhir dapat segera ditemukan agar seluruh korban galodo Malalak dapat dipastikan nasibnya. (*)






