PASAMAN

Belajar di Tenda Pascabencana, Bupati Pasaman Pastikan Hak Pendidikan Tetap Terjaga

4
×

Belajar di Tenda Pascabencana, Bupati Pasaman Pastikan Hak Pendidikan Tetap Terjaga

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, HARIANHALUAN.ID — Di bawah terpal tenda darurat yang berdiri di lereng bukit rawan longsor, suara anak-anak SD Negeri 12 Koto Kaciak tetap terdengar lantang. Meski panas menyengat di siang hari dan rasa cemas kala hujan turun, semangat belajar mereka tak surut. Bencana longsor yang merusak bangunan sekolah tak mematahkan tekad untuk terus menuntut ilmu.

Gedung sekolah yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas belajar kini tak lagi aman digunakan. Retakan tanah dan ancaman longsor susulan memaksa seluruh kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke tenda sederhana sebagai ruang kelas sementara.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Pasaman, Welly Suhery. Bersama jajaran pemerintah daerah, ia meninjau langsung lokasi sekolah darurat tersebut, Senin (19/1/2026), sekaligus menyerahkan bantuan bagi para siswa.

Dalam kunjungan itu, Bupati Welly menyerahkan paket perlengkapan sekolah serta dua unit tenda belajar tambahan untuk menunjang proses pembelajaran.

Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap situasi darurat.

Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut. Bupati Welly tampak menyapa satu per satu siswa yang sedang belajar di dalam tenda. Anak-anak menyambutnya dengan penuh antusias, ada yang berebut bersalaman, bahkan memeluk orang nomor satu di Pasaman itu.

“Keterbatasan tidak boleh memadamkan semangat dan cita-cita. Teruslah belajar, karena masa depan kalian jauh lebih besar dari kondisi hari ini,” pesan Bupati Welly kepada para siswa.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan hak dasar pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, meski berada dalam situasi darurat pascabencana.

Di hadapan kepala sekolah, para guru, Kepala Dinas Pendidikan, perangkat nagari, serta rombongan yang hadir, Bupati Welly mengakui bahwa kondisi sekolah pascalongsor menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Ini memang masih solusi darurat. Namun keselamatan dan keberlangsungan pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti. Saat ini kami juga sedang memproses kajian teknis dan rencana relokasi permanen sekolah dalam dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” jelasnya.