JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – BNPB merangkum laporan peristiwa bencana yang terjadi pada periode 18 Januari 2026, pukul 07.00 WIB sampai dengan 19 Januari 2026, pukul 07.00 WIB. Pada periode ini, laporan didominasi fenomena hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Angin kencang melanda Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Minggu (18/1), pukul 17.15 Wita. Kejadian ini berlangsung saat hujan intensitas sedang mengguyur wilayah tersebut. Desa terdampak berada di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Sebanyak 14 unit rumah terdampak peristiwa dan warga sudah melakukan perbaikan pada atap rumah mereka secara mandiri.
Sementara itu, sejumlah bencana hidrometeorologi terjadi di wilayah Jawa. Banjir melanda Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (17/1). Banjir terjadi setelah hujan sangat tinggi melanda Kota Pekalongan yang menyebabkan debit air Sungai Bremi. Sebanyak 4 kecamatan dilanda banjir dengan tinggi muka air 20 – 100 cm. Kecamatan terdampak berada di Kecamatan Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan dan Pekalongan Utara. Pada Minggu malam (18/1) tinggi genangan masih sekitar 10 – 100 cm. Sebanyak 8.692 KK terdampak dan tidak ada laporan adanya korban jiwa. Sejak banjir terjadi personel BPBD telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi warga ke tempat yang aman dan kaji cepat di lapangan.
Di Provinsi Jawa Barat, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah pada Minggu (18/1). Tinggi muka air terpantau sekitar 20 – 110 cm. Banjir terjadi sejak Sabtu lalu (17/1) setelah adanya hujan lebat dan drainase yang tidak berfungsi maksimal. Sebanyak 34 desa dan 3 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan terdampak banjir tersebut. Lebih dari 22.000 KK terdampak peristiwa ini. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat 22.724 KK warga terdampak hingga Minggu malam. BPBD masih terus memutakhirkan data dampak dari lapangan. Sedangkan pengungsian, terdapat 1.336 KK (5.344 jiwa) tersebar di 11 titik pengungsian.
Masih di Provinsi Jawa Barat, banjir juga melanda Kabupaten Indramayu. Pada Minggu (18/1) banjir berangsur surut. Sedangkan banjir terjadi pada Sabtu (17/1), pukul 23.40 WIB. Satu desa di satu kecamatan terdampak peristiwa itu, yaitu di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang. Dampak banjir antara lain 60 unit rumah dan 1,5 ha lahan sawah terendam.
Berikutnya cuaca ekstrem di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada Sabtu (17/1), pukul 00.57 Wita. Angin kencang merusak rumah warga, dengan rincian rusak berat 5 unit, rusak sedang 3 unit dan rusak ringan 5 unit. Sedangkan 4 unit rumah lain, personel BPBD masih melakukan penilaian tingkat kerusakan. Kerusakan terjadi di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Alak dan Kota Raja. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa.
Menyikapi puncak musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga untuk mengantisipasi bahaya hidrometeorologi. Langkah-langkah mitigasi dan pencegahan harus dilakukan sejak dini oleh semua pihak, antara lain pemahaman warga pada jalur evakuasi, kesiapan perlengkapan dan peralatan pendukung, tempat pengungsian dan tas siaga bencana yang disiapkan setiap keluarga. (*)






