JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Di tengah percepatan transformasi digital nasional, perempuan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi secara optimal. Data UN Women (2025) menunjukkan bahwa meskipun perempuan mengelola sekitar 64,5% UMKM di Indonesia, kesenjangan digital khususnya dalam adopsi teknologi lanjutan masih menjadi hambatan utama bagi peningkatan daya saing usaha. Kondisi ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang mencatat sekitar 11,89% rumah tangga di Indonesia dikepalai oleh perempuan, sehingga pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia melalui program Empowerment for Women sepanjang tahun 2025 telah menjangkau 740 perempuan dari berbagai latar belakang dan wilayah di Indonesia. Program ini dirancang secara inklusif untuk mendukung peningkatan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi perempuan, mulai dari pelaku UMKM, perempuan pesisir, ibu rumah tangga, hingga perempuan kepala keluarga.
Beragam pelatihan diselenggarakan dengan pendekatan aplikatif dan berbasis kebutuhan lokal. Materi yang diberikan mencakup pengolahan dan pengemasan produk, pemasaran digital, desain kemasan, hingga pemanfaatan teknologi seperti live streaming dan kecerdasan buatan (AI) untuk promosi usaha. Selain itu, Telkom juga menghadirkan pelatihan pengembangan keterampilan dan karakter, termasuk batik tulis dan cap, pembuatan buket dan hantaran, penguatan kapasitas kelompok PKK, serta literasi hukum dan digital bagi perempuan rentan. Melalui pendekatan ini, Telkom tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan perempuan untuk beradaptasi di era digital.
“Pemberdayaan perempuan merupakan investasi sosial strategis yang menjadi fondasi ketahanan ekonomi nasional. Melalui program Empowerment for Women, Telkom Indonesia berupaya membangun ekosistem yang mendukung perempuan agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang. Kami percaya, ketika perempuan berdaya secara digital dan ekonomi, dampaknya akan dirasakan oleh keluarga dan komunitas secara luas,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.
Program Empowerment for Women merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui inisiatif ini, Telkom Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan ekonomi nasional. (*)






