SUMBAR

Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Himpun Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Banjir di Sumbar

5
×

Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Himpun Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Banjir di Sumbar

Sebarkan artikel ini

AGAM, HARIANHALUAN.ID- Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam (PERMAI) menyalurkan bantuan untuk masyarakat Sumbar yang terdampak banjir, Jumat (23/1).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Perwakilan PERMAI, Enjang Irpan di Posko Utama Bencana Alam, Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam (PERMAI), yang dihimpun dari solidaritas dan donasi masyarakat Indonesia yang berada di Brunei Darussalam untuk saudara-saudara kami di tanah air,” ujar Enjang kepada Haluan.

Ia menambahkan bantuan donasi yang telah dihimpun, disalurkan untuk tiga wilayah terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Bantuan yang kami serahkan berupa bantuan dana atau nominal uang, yang selanjutnya dikelola oleh koordinator lapangan di masing-masing wilayah untuk dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan yang benar-benar diperlukan oleh masyarakat terdampak, agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Enjang menambahkan bantuan ini merupakan wujud empati dan perhatian dari masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam.

“Walaupun kami berada di luar negeri, kami tetap merasa satu keluarga dengan masyarakat di Indonesia. Ketika saudara-saudara kami di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tertimpa musibah banjir dan longsor, kami merasa terpanggil untuk hadir, berbagi, dan meringankan beban masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Ia berharap semoga masyarakat di ketiga wilayah yang terdampak banjir di Sumatfa diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.

“Kami juga berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan baik, serta masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala. Semoga bantuan ini, meskipun sederhana, dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi masyarakat di wilayah terdampak,” kata dia.

Saat ini, Enjang juga berada langsung di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang.

“Di sekitar kami masih melihat rumah-rumah warga yang rusak, lumpur dan material kayu yang menumpuk, serta aktivitas masyarakat yang hingga hari ini terus berupaya membersihkan sisa-sisa bencana,” ujarnya.

Banjir bandang ini datang secara tiba-tiba, menghantam pemukiman warga, merusak rumah dan fasilitas umum, serta melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi, sementara kebutuhan dasar masih sangat dibutuhkan.

Sebagai bentuk kepedulian dan empati, bantuan kemanusiaan dari Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam (PERMAI) telah disalurkan untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Agam. Bantuan tersebut diterima di Rumah Dinas Bupati Agam dan diterima secara simbolis oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, untuk kemudian diteruskan ke wilayah terdampak.

Selanjutnya, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis bersama Camat Kecamatan Tanjung Raya, Bapak Alhafidz, dan bantuan ini akan didistribusikan ke 10 desa yang terdampak bencana. Proses pendistribusian bantuan dipusatkan di tingkat kecamatan agar penyaluran dapat berjalan lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.

Terpisah, Bupati Agam yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria, menyambut kunjungan perwakilan dari PERMAI.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta niat baik dari Perwakilan masyarakat Indonesia yang tergabung dalam PERMAI.

Menurutnya, bantuan ini merupakan wujud perhatian dan solidaritas para perantauan Indonesia terhadap masyarakat Kabupaten Agam yang terkena dampak bencana alam,

“Kita berharap kepedulian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan dan membantu sesama, terutama saat daerah mengalami musibah,” ujarnya menutup. (*)