PASAMAN, HARIANHALUAN.ID — Wakil Bupati Pasaman, Parulian Dalimunthe, mendampingi kunjungan Komisi XIII DPR RI ke Lubuk Aro, Nagari Rao, Kabupaten Pasaman, Jumat (23/01/2026).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menjajaki secara langsung peristiwa dugaan penganiayaan yang menimpa Saudah beberapa waktu lalu, sekaligus memantau adanya potensi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam insiden tersebut.
Rombongan Komisi XIII DPR RI dipimpin oleh H. Arisal Aziz bersama M. Shadiq Pasadigoe. Kehadiran mereka merupakan bentuk perhatian serius parlemen terhadap kasus yang telah menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat, khususnya terkait jaminan rasa aman dan keadilan bagi warga.
Turut hadir dalam pendampingan tersebut Kapolres Pasaman M Agus Hidayat, Asisten I Bidang Pemerintahan Asrial Arfandi Hasan, Kadis DPM Teddy Martha, Kadis P3AP2KB Furqan, serta Kadis Perkimhub LH Hasrizal. Kehadiran unsur pemerintah daerah ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal penanganan kasus tersebut secara menyeluruh.
Selain unsur pemerintah daerah, rombongan pusat juga melibatkan perwakilan dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Keterlibatan kedua lembaga negara ini bertujuan memastikan perlindungan terhadap masyarakat serta pemenuhan hak-hak korban berjalan sesuai prinsip keadilan dan kemanusiaan.
Dalam keterangannya, anggota Komisi XIII DPR RI, H. Arisal Aziz, menyampaikan bahwa kedatangan tim ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan Komisi XIII DPR RI sebagai wujud kepedulian terhadap ketentraman masyarakat.
“Kebutuhan masyarakat adalah ketentraman dan keadilan yang harus dijamin oleh pemerintah. Kami hadir di sini untuk menjajaki peristiwa yang terjadi dan memastikan segala sesuatunya dikelola dengan baik untuk kemanfaatan bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, tim DPR RI juga mengungkapkan adanya rencana untuk mengundang Saudah beserta pendamping ke Jakarta guna melakukan pertemuan lanjutan dengan pihak terkait di Komisi XIII DPR RI. Langkah ini diambil untuk mendalami permasalahan secara komprehensif.
Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kegelisahan di tengah masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan keadilan bagi warganya.
Wakil Bupati Pasaman, Parulian Dalimunthe, menyambut baik perhatian dari parlemen pusat dan lembaga HAM negara. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman berkomitmen untuk terus bersinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna memberikan pendampingan maksimal bagi korban, baik dari sisi hukum maupun perlindungan sosial melalui dinas-dinas teknis yang hadir langsung di lapangan. (*)






