SINGAPURA, HARIANHALUAN.ID – Anda pencinta nasi Padang di Singapura, pastilah akrab dengan rumah makan legendaris yang satu ini. Berdiri sejak 78 tahun lalu, rumah makan ini pun akhirnya menyerah dan akhirnya mengumumkan akan tutup pada 31 Januari 2026. Pengelola nya pamit di media sosial, pada tanggal 21 Januari lalu.
Ya, rumah makan Padang legendaris di Singapura ini mendadak jadi perhatian publik setelah mengumumkan rencana penutupan permanen. Hal ini sampai menarik perhatian langsung pemerintah.
Warong Nasi Pariaman, rumah makan populer di kawasan Kampong Glam, menyampaikan permohonan maaf atas pengumuman penutupan mendadak yang disampaikan melalui media sosial pada pertengahan Januari 2026.
Dalam unggahan Facebook tertanggal 21 Januari, pihak restoran menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang sangat sulit. Mereka meminta pengertian dari para pelanggan setianya.
“Terima kasih atas dukungan dan kesetiaan Anda selama bertahun-tahun. Kami mohon maaf atas pengumuman mendadak ini dan berharap mendapat pengertian, karena ini merupakan keputusan yang sangat berat bagi kami,” tulis pihak Warong Nasi Pariaman.
Rumah makan Padang tertua di Singapura ini jujga mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menerima reservasi. Pihaknya hanya melayani pelanggan dengan sistem datang langsung hingga hari operasional terakhir yang direncanakan pada 31 Januari 2026.
Menilik sejarahnya, Warong Nasi Pariaman sudah beroperasi sejak 1948 dan dikenal sebagai salah satu ikon kuliner nasi Padang di Singapura.
Berlokasi di sebuah ruko di 738 North Bridge Road, tidak jauh dari Masjid Sultan, restoran berusia 78 tahun ini sudah diwariskan lintas generasi dan menjadi bagian dari ikon kuliner di Singapura.
Dilansir dari The Strait Times (26/01/2026), hingga kini pihak pemilik belum mengungkapkan alasan pasti di balik rencana penutupan tersebut. Salah satu pemilik, Abdul Munaf Isrin, menolak menjelaskan penyebabnya saat diwawancarai media lokal Berita Harian pada 20 Januari.
Situasi ini kemudian mendapat perhatian langsung dari Pejabat Menteri yang bertanggung jawab atas Urusan Muslim Singapura, Faishal Ibrahim.
Dalam unggahan Facebook terpisah pada 21 Januari, Faishal mengungkapkan bahwa ia sudah mengunjungi keluarga pemilik Warong Nasi Pariaman sehari sebelumnya. Ia juga menyatakan telah meminta rekan-rekannya di berbagai lembaga pemerintah untuk berkomunikasi dengan pihak restoran guna memahami bantuan apa yang mungkin dibutuhkan.
“Saya berbagi dengan keluarga bahwa saya berharap mereka tahu bahwa mereka sangat dihargai, dan bahwa makanan mereka telah menjadi bagian dari makanan dan kenangan bersama banyak orang Singapura selama bertahun-tahun,” ungkap Faishal.
“Banyak warga Singapura yang berbagi kenangan tentang Pariaman dan berharap restoran ini dapat terus bertahan. Nilai tempat usaha seperti Warong Nasi Pariaman Pariaman sungguh tidak ternilai dalam masyarakat kita,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa makanan dari Warong Nasi Pariaman sudah menjadi bagian dari banyak momen kebersamaan dan kenangan lintas generasi.
Meski belum ada kepastian mengenai kelanjutan operasional Warong Nasi Pariaman, keterlibatan langsung pejabat pemerintah Singapura memunculkan harapan baru untuk menyelamatkan tempat makan legendaris ini.
Sebelumnya, sejumlah laporan media juga menyoroti kenaikan harga sewa di kawasan Kampong Glam yang melonjak signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini diduga jadi salah satu faktor yang turut menekan usaha kuliner legendaris di kawasan tersebut. (*)






