PESISIR SELATAN

Setelah Tandu Pasien, Kini Warga Ngalau Gadang Pessel Tandu Jenazah

19
×

Setelah Tandu Pasien, Kini Warga Ngalau Gadang Pessel Tandu Jenazah

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Dua bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, penderitaan warga Kampung Ngalau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), belum juga berakhir. Kampung yang dihuni sekitar 670 jiwa itu masih terisolasi total akibat putusnya satu-satunya jembatan penghubung serta tertimbunnya tiga titik jalan oleh longsor.

Jika sebelumnya warga harus menandu pasien sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan, kini tragedi kembali mengetuk nurani. Seorang warga bernama Safril (55), yang sebelumnya sempat dirawat di RS Ibnu Sina Padang, meninggal dunia. Jenazah almarhum harus ditandu secara manual oleh warga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Ngalau Gadang karena tidak adanya akses kendaraan.

Kondisi ini menggambarkan betapa daruratnya situasi di Ngalau Gadang. Akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga lumpuh. Di kampung tersebut terdapat satu TK, satu SD, satu Puskesmas Pembantu (Puskesri), satu masjid, dan satu mushalla yang aktivitasnya ikut terdampak. Selain itu, belasan mobil usaha milik warga hingga kini masih terkurung di dalam kampung tersebut, karena jalan tidak bisa dilalui.

Tokoh masyarakat Ngalau Gadang, Jasman, menyebut kejadian penanduan jenazah ini sebagai potret nyata keterisolasian yang masih dialami warganya.

“Ini bukan sekadar soal infrastruktur rusak, tapi soal kemanusiaan. Kami sudah dua bulan hidup terisolasi. Sebelumnya pasien ditandu, sekarang jenazah pun ditandu. Ini sangat menyayat hati kami sebagai warga,” ujar Jasman, Senin (26/1/2026).

Ia menyebut, warga selama ini bertahan dengan segala keterbatasan, namun sangat berharap pemerintah bisa mempercepat penanganan agar penderitaan masyarakat tidak terus berlarut.

“Kami tidak menuntut yang berlebihan. Kami hanya ingin akses dibuka secepatnya supaya anak-anak bisa sekolah, warga bisa berobat, dan roda ekonomi kembali berjalan,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) menyatakan terus berupaya membuka kembali akses menuju Ngalau Gadang. Dalam waktu dekat, akan dipasang gorong-gorong plat baja (Aramco) berdiameter tujuh meter sebagai pengganti jembatan yang putus. Selain itu, alat berat juga akan segera dimasukkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, menegaskan bahwa kondisi Ngalau Gadang harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Ini kondisi darurat. Harapan kita, sebelum Lebaran akses ke Ngalau Gadang sudah terbuka, sehingga warga bisa kembali beraktivitas secara normal,” kata Novermal.

Di tengah keterbatasan, warga Ngalau Gadang terus menggantungkan harapan agar kampung mereka segera terhubung kembali dengan dunia luar. Seruan solidaritas pun menggema melalui tagar #SaveNgalauGadang disejumlah media sosial. (*)